Senin, 20 Desember 2010

Tumblr


Bikin blog baru di tumblr, tadiya cuma iseng liat tumblrnya ms desi, taunya syifa juga bikin. udah gitu syifa nyaranin aku bikin juga... ya udah deh ku bikin aja, ga papalah biar tambah semangat nulisnya, dan biar tambah lancar juga nulis semoga bisa jadi seorang penulis yang bermanfaat bagi sesama amin..
ooo ..iya.. ini alamat tumlr ku follow ya...laptopajaib.tumblr.com

Belajar Menulis

Belajar Menulis

image

Manfaatkan waktumu dengan bijaksana…. hal itu yang ingin ku lakukan sekarang. sambil mengurus si kecil yang sudah berumur tiga bulan, aku harus memanfaatkan sela-sela waktuku untuk belajar menulis…. karena hal itulah yang bisa aku lakukan di rumah….salah satunya dengan belajar dari para penulis yang sudah terkenal dengan tulisan mereka. Pertama aku berteman dulu dengan mereka melalui face book, kemudian membaca catatan mereka … dari situ aku bisa belajar banyak tentang dunia tulis-menulis….Karena ku tau bahwa segala yang kita lakukan akan di pertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT kelak, termasuk urusan internetan seperti saat ini, maka aku akan mengggunakan fasilitas ini untuk hal-hal yang bisa aku pertanggungjawabkan kelak..

Senin, 13 Desember 2010

tips untuk ibu yang mempunyai bayi baru lahir


Biasanya bayi, khususnya baru lahir akan sering sekali menangis, kadang kita sebagai bundanya bingung apa yang harus kita lakukan ketika bayi kita menangis. mungkin kita bisa perhatikan dulu apakah popoknya basah atau tidak, atau apakah dia lapar atau tidak, untuk mengetahui bayi lapar, kita bisa meletakkan jari kita di samping bibirnya, jika bayi mencoba untuk 'memasukka jari kita kemulutnya berarti dia sedang lapar, dan segeralah anda susui.
posisi menyusui sebaiknya diatur senyaman mungkin untuk bayi maupun ibunya. posisi menyusui yang nyaman untuk bayi adalah dengan bandannya miring, dan perutnya menempel pada perut ibu, agar ibu dapat dega nyaman memeluk bayi . dan posisi ibu adalah duduk dengan santai kalau perlu dengan punggung bersandar pada sesuatu, sehingga Asi akan mengalir dengan lancar, dan bayi pun akan menyusu dengan nyaman dan sampai kenyang. agar nutrisi yang di dapatkan bayi maksimal, sebaiknya susui bayi anda dengan salah satu payudara dulu sampai payudara itu benar-benar sudah 'kosong' , jika bayi masih lapar barulah anda pindahkan bayi menyusu di payudara yang lain. karena menurut dokter anak yang membantu persalinan bayi saya beberapa bulan yang lalu ternyata lemak dalam Asi lebih banyak terdapat pada Asi yang paling terakhir keluar. jadi jangan pindahkan bayi anda kepayudara yang lain sampai asi di payudara yang sedang di minumnya benar-benar habis.
tips yang lain adalah, jika ternyata bayi masih menangis, padahal popoknya tidak basah, dan dia juga sudah menyusu atau sudah kenyang, mungkin saja saat itu bayi ada mengantuk dan ingin tidur, maka peluklah dia dulu atau di timang-timang. kadang bayi ingin merasakan kehangatan ibunya agak lebih lama sampai dia benar-benar tertidur pulas. Jika anda merasa capek atau lelah dengan memeluk bayi terlalu lama, coba bergantian dengan suami,, saudara, baby sitter atau ibu anda. jika bantuan tidak ada, maka bersabarlah degan tetap memeluk bayi anda, tanamkan dalam pikiran anda bahwa anda sangat menyayangi bayi anda, hanya ketika bayi ini saja anda bisa memeluknya dengan lama, karena jika dia sudah besar nanti dia bahkan tidak mau untuk anda peluk.. jadi tetaplah semangat walaupun kelelahan melanda anda.. jika bayi anda sudah tidur, sebaiknya anda ikut juga tidur, agar anda kembali segar dan dapat memulai aktifitas yang lain. selamat menimang bayi....

Rabu, 08 Desember 2010

Jihad wanita


Alhamdulillah... kata itu harus selalu kita ucapkan apapun dan bagaimanapun keadaan kita. Sebelumnya aku menulis tentang rasa minderku ketika bertemu teman-teman lama di fesbuk, mereka semua saat ini telah menjadi 'seseorang' sementara aku masih 'begini-begini' aja...Namun rasa minder itu segera aku tepis, ketika aku mengigat kembali tujuanku memilih ibu rumah tangga sebagai profesiku. aku igin merawat sendiri anak-anakku, medidik dan membesarkan mereka sesuai dengan tuntunan Allah. sesuai dengan keiginanku itu, maka beginilah aku sekarang.. rasa syukur itu semakin bertambah ketika melihat anak-anak yang tumbuh dengan sehat dan insyaallah anakku sedang berproses menjadi anaka shaleh dan shalehah.. karena sulungku sekarang sudah hafal juz ke 30, saat ini sedang mulai menghafal juz 29, sedangkan hikmal putra keduaku mulai mengejar kakaknya dan hampir menyelesaikan hafalan juz ke 30nya, selain itu mereka juga belajar di rumah denganku, tidak mesti mengikuti les atau bimbel diluar.. dan alhamdulillah nilai pelajaran mereka bagus. Di lingkungan sekolah dan rumahpun mereka sangat di senangi teman-temannya, walaupun aku mendengar beberapa temannya suka berkata-kata kasar atau berkata jorok, tapi Alhamdulillah putra dan putriku tidak mencontoh perkataan yang tidak pantas itu. mereka sudah terbiasa dengan perkataan sopan yang kuajarkan dan kami terapkan sehari-hari dirumah kami, merekapun tidak merubahnya ketika mereka berada diluar rumah. tentunya aku boleh bangga dengan 'prestasi kerja'ku yang membuat mereka seperti itu. namun rasa bangga itu tak pantas ku luapkan, karena semua itu bisa terlaksana dan terwujud karena Allah yang mewujudkannya. Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah atas karunia Mu dengan memberikanku kepercayaan untuk mendidik anak-anak yang Engkau titipkan kepada kami. Berikan kami kekuatan untuk terus mendidik mereka agar tetap berada pada jalanMu..Amin
Terima kasih juga untuk sahabatku Nurjannah dan Ibu aisyah yang sudah mengingatkanku bahwa melahirkan dan mendidik anak merupakan jihadnya para wanita, semoga saja Allah melimpahkan rahmatNya kepada sahabatku itu..

Kamis, 02 Desember 2010

minder


Minder... rasa itu yang kurasakan akhir-akhir ini, ketemu teman-teman lama di fesbuk membuatku sedikit minder, mereka umumnya sudah menjadi 'seseorang' namun aku, hanya begini saja, menjadi ibu rumah tangga, seolah diri ini tak berguna. Tapi Alhamdulillah, Allah segera menyadarkanku.. meskipun aku di rumah, dan menjadi ibu rumah tangga, hal itulah yang menjadi kewajibanku sekarang, aku harus berhasil dalam bidang ini, aku sangat di perlukan di rumahku untuk menjaga, mendidik dan merawat anak-anakku, serta untuk menjadi asisten yang baik bagi suamiku. Meskipun aku di rumah, aku juga tetap bisa menghasilkan sesuatu dan menjadi berguna bagi keluarga dan lingkunganku. Tetaplah semangat wahai ibu-ibu yang sedang merasakan hal yang sama denganku.. teruslah berkarya melalui anak-anakmu, jadikan mereka sebagaimana yang diinginkan Allah dan rasul-Nya. dengan demikian kalian akan menjadi ibu yang bermanfaat dunia dan akhirat. amin...

maling gembok


Kira-kira sebulan yang lalu, rumah kami kedatangan tamu tak diundang sekitar jam 4.15 subuh, saat itu aku seperti mendengar bunyi pintu pagarku seperti ada yang membuka. padahal saat itu suami, anak anak , adik, serta adik ipar dan keluarganya yang kebetulan menginap malam itu sedang tidur .. atau setidaknya mereka masih di kamar masing-masing. Karena suara itu membuat aku curiga, akupun keluar dari kamar dengan hauzan dipangkuanku, karena kebetulan hauzan saat itu baru selesai aku beri Asi. Aku nyalakan lampu ruang tamu, lalu perlahan aku mengintip dengan membuka gorden di jendela rumah.. Maasyaallah...alangkah terkejutnya aku ketika ada seseorang yang mengenakan helm, sedang berusaha memasukkan sesuatu kedalam tempat kunci motor yamaha vixion yang biasa di gunakan suamiku untuk ke kantor. spontan saja aku berteriak "maling..." sehingga membuat seisi rumah bangun, suamiku segera lari menghampiriku... aku masih berteriak dan tetap memperhatikan orang itu dari jendela, begitu mendengar teriakanku untuk yang kedua kalinya akhirnya 'tamu tak diundang itu' lari dari rumahku. setelah itu aku buru-buru membuka pintu rumah disusul suamiku, kami keluar, alhamdulillah, motor kami masih ada dan belum sempat di 'rusak' oleh orang itu. Anak-anak, adik iparku dan istrinya juga ikut keluar dari kamar mereka masing-masing.. tak terkecuali tetanggaku yang mungkin juga kaget mendengar teriakanku, saat itu mereka juga mendengar suara motor yang dikendarai dengan kecepatan tinggi menjauh dari rumah kami.
sampai di luar suamiku memperhatikan pintu pagar, sementara aku yang masih syok.. segera di beri minum oleh putriku, kami jadi tak habis pikir, padahal pagar itu sudah kami gembok dengan gembok yang lumayan besar, apalagi pagar rumahku cukup tinggi setinggi pintu rumah yang secara logika akan sulit untuk menaikinya, sementara itu kami juga menutup sekeliling pagar itu dengan fiber putih, jadi kemungkinan orang melihat kedalam rumah akan sedikit susah, kecuali jika pagar di buka. Tapi sudahlah.. untuk apa memikirkan semua itu, yang penting sekarang Allah masih mengijinkan kami memiliki motor itu.. yang membuatku masih mengingat kejadian itu sampai sekarang adalah bahwa ternyata gembok yang kami gunakan untuk menggembok pagar itu dibawa kabur oleh penjahat itu, mungkin saja setelah berhasil membuka gembok itu dia memasukkan gembok itu kekantongnya. Kami berandai- andai.. jika gembok itu berubah jadi emas, semoga bisa membuat penjahat itu menjadi kaya dan tidak perlu mencuri lagi... ^_^

Sabtu, 20 November 2010

Mendengarkan Ayat AlQuran


Dulu sewaktu pelajaran pendidikan agama islam di sekolah saya, guru kami Bapak H. Usmar marlen mengatakan, bahawa setiap maklhluk bertasbih pada Allah, termasuk tumbuhan, salah satu contohnya adalah ketika suatu penelitian membuat sebuh percobaan dengan meletakkan dua kelompok tanaman. Satu kelompok tanaman di perdengarkan ayat-ayat suci alquran, sedangkan kelompok yang lain di perdengarkan musik rock yang menghentak telinga. Kedua kelompok tanaman ini di letakkan di suatu tempat yang tidak terkena sinar matahari dan tidak di beri air selama sebulan. Setelah sebulan, penelitipun melihat kembali apa yang terjadi dengan kedua kelompok tanaman tersebut. Dan ternyata kelompok tanaman yang di perdengarkan musik rock, kering dan mati. sementara kelompok tanaman yang di perdengarkan ayat-ayat suci alquran masih hidup meskipun sedikit layu.. akhirnya mereka berkesimpulan bahwa ternyata benar tanaman bertasbih kepada Allah dengan cara mereka sendiri.
Hal diataslah yang menginspirasi saya untuk selalu mendengarkan muratal disamping membaca alquran tentunya. Hal ini saya lakukan setiap hari, saya berharap, jika saya, suami, dan anak-anak setiap hari mendengarkan ayat suci Alquran, semoga saja kami bisa menghafalnya dan lebih banyak mengamalkannya. amin...

hauzan

Sejak dua hari yang lalu hauzan mulai bisa "ngobrol" dengan ku, sambil menatap mataku, jika aku ajak hauzan bicara, maka ia akan mulai "menjawabnya "sambil tersenyum... ocehannya yag hanya bernada seperti ghu... itu membuat hati ini semaki berbunga.. subhanallah.. maha suci Allah yang telah memberi pengetahuan kepada bayi kecil itu bagaimana proses interaksi dengan orang tuanya dan lingkungan sekitarnya.
Bukan hanya itu saja, hauzan juga suka tersenyum jika memperhatikan mainannya yang berputar di atas kepalanya diiringi dengan musik lembut... dan lebih membuatku takjub lagi ketika kami memperdengarkan muratal kepadanya, hal ini memang sudah aku biasakan sejak hauzan lahir, bahkan ketika masih didalam kandungan, kebetulan aku mendownload muratal kedalam HP ku, dan muratal yang di HP itulah yang setiap hari aku nyalakan. Hauzanku akan tertidur lelap jika muratal itu aku nyalakan. Ketika muratalnya selesai dan dilanjutkan dengan nyanyian health the wordnya micheal jackson, hauzan akan segera terbangun dari tidurnya dan jika aku kembali menyalakan muratal, maka dia akan mulai tidur kembali. Akhirnya si bapak membeli MP 3 yang ada speakernya, dengan MP 3 itu hauzan bisa mendengarkan isi Al quran seharian .
Sepertinya hauzan menikmati ayat baru yang belum pernah di dengarnya sebelumnya. karena di HP ku hanya ada juz ke 30, namun sekarang hauzan bisa menikmati semua isi Al quran.. Subhanallah.. semoga kelak hauzan bisa mejadi salah satu hafizd, seorang yang hafal Alquran dan juga mengamalkanya.. amin...

Jumat, 19 November 2010

Keajaiban Doa Orang yang di Dzalimi


tulisan berikut ini merupakan tulisan yang saya kirim untuk lomba menulis antologi keajaiban doa di sebuah penerbitan sekitar 6 bln yll, namun karena tidak ada beritanya, tulisan ini saya posting di blog ini. semoga bermanfaat

Bagi saya semua apa yang telah saya dapatkan merupakan bagian dari kejaiban doa. Tapi untuk berbagi salah satu keajaiban doa yang pernah saya alami adalah ketika saya masih remaja dulu. Saat itu saya masih bersekolah di salah satu sekolah perawat kesehatan di kota kelahiran saya yaitu Bukittinggi Sumbar. Saya merasa doa yang saya panjatkan waktu masalah yang menimpa saya ketika itu merupakan awal keajaiban doa yang saya panjatkan dengan sungguh-sungguh kepada Allah setiap harinya hingga saat ini. Ketika itu saya merasa jika kita berdoa dengan sungguh- sungguh dan ikhlas serta berprasangka baik kepada Allah bahwa permohonan kita akan di kabulkan Allah, maka hal itulah yang akan kita dapatkan.

Walaupun sebelumnya memang saya sering berdo’a , namun selayaknya orang atau remaja yang belum mengerti dengan keampuhan doa, saya hanya berdoa seperlunya saja tanpa memahami apa makna dari doa saya. Semuanya baru berbeda ketika saya di timpa masalah yang menurut saya sangat berat, yang membuat saya menangis memohon kepada Allah, agar Allah membantu saya dalam menghadapi maslah saya ini, saat itu tiada menit terlewat tanpa kesungguhan doa dari lubuk hati yang paling dalam. Tentunya anda ingin segera mengetahui masalah apa yang menimpa saya sehingga saya menemukan awal kebahagian saya berdoa dan memohon kepada Allah.. beginilah ceritanya...

Saat itu saya masih duduk di bangku kelas dua SPK { sekolah Perawat Kesehatan}. Saya dan seluruh siswa di sekolah ini di wajibkan untuk tinggal di asrama selayaknya siswa perawat di sekolah lain pada masa itu. Masalah datang ketika suatu kali adik kelas saya yang kebetulan saat itu masih dalam masa orientasi sekolah, meminta saya untuk merekam kegiatan akhir masa orientasi siswa yang sedang dia ikuti. Si adik memberikan sebuah tape recorder mini seperti yang biasa di gunakan para jurnalis di masa itu, kepada saya. Setelah dia mengajarkan kepada saya bagaimana cara menggunakannnya, sayapun bersedia merekam acara penutupan yang diadakan pada malam harinya. Meskipun yang akan di rekam hanya suara dari kegiatan itu saja.

Dengan bersemangat sayapun mulai merekam acara penutupan masa orientasi siswa itu pada malam harinya.. acarapun selesai dengan sukses, termasuk acara saya untuk merekam kegiatan itu. Selesai acara, kamipun kembali ke kamar masing-masing. Saya yang merasa sudah jadi wartawan sehari, sangat bangga dengan hasil kerja saya. Saya segera mendengarkan kembali hasil rekaman yang telah saya rekam tadi. Sedang asyik-asyiknya mendengarkan doa-doa yang dipanjatkan oleh ustad di acara penutupan tadi, teman satu kamar saya datang menghampiri dan ikut mendengarkan hasil rekaman itu. Kami sama-sama terlarut dengan doa dan permohonan yang masih mengalun dari mini tape itu. Setelah seluruh rekaman kami dengarkan, sayapun merasa puas, karena isi rekaman sepertinya sesuai dengan yang diinginkan si adik kelas. Sayapun kemudian menyimpan mini tape itu di bawah bantal, dan untuk selanjutnya tidur dan terlarut dalam mimpi indah...

Hari barupun menjelang... pagi ini seperti biasa kami salat subuh berjamaah di mesjid, dan sarapan pagi diruang makan, serta kembali kepada kegiatan sekolah. Selasai sarapan pagi saya segera mengambil mini tape recorder itu di bawah bantal tempat semalam saya meletakkannya terakhir kalinya. Rencananya saya akan mengembalikan mini tape itu kepada adik kelas dan memperdengarkan hasil rekaman yang berhasil saya buat. Selanjutnya barulah saya akan mengikuti pelajaran sekolah di kelas pagi ini.

Dengan bersemangat saya segera menuju temapat tidur dan menyingkap bantal, innalillahi... mini tape itu tidak ada di sana... dengan panik saya mulai mengacak semua tempat tidur yang baru saja saya rapikan. Tadi pagi saya memang tidak merupah posisi bantal, hanya melipat selimut serta sedikit merapikan alas kasur yang tidak begitu kusut, jadi saya tidak tau apakah mini tape itu masih di bawah bantal ketika saya bangun pagi tadi atau memang sudah hilang sejak semalam. Saya mulai putus asa, semua tempat tidur dan kolongnya sudah saya periksa, tapi mini tape itu tetap tidak terlihat.

Saya segera menuju lemari pakaian, barangkali saya sudah menyimpannya di lemari pakaian, demikian pikir saya, namun nihil, benda mahal itu tidak saya temui di lemari pakaian. Saya hampir menangis... namun sekuat tenaga saya tahan tangis saya, saya tidak bisa membayangkan dengan apa mini tape itu akan saya ganti. Uang jajan saya kala itu sepuluh ribu rupiah seminggu. Saya yakin harga tape itu pastilah ratusan ribu, lalu bagaimana jika tape itu benar-benar hilang, apa kata bapak saya yang sudah mati-matian mencari pinjaman untuk biaya sekolah saya... dari mana kami akan mendapatkan uang untuk menggantinya. Seribu pikiran berkecamuk didalam benak saya.

Dengan setengah putus asa saya menemui ketua kamar kami. Kebetulan di kamar itu memang di tempati dua puluh orang siswi, sepuluh siswi kelas dua dan sepuluh siswi kelas tiga. Ketua kamar yang biasaya ku panggil dengan Ni Ira ini akhirnya memutuskan sebelum memulai kegiatan belajar mengajar di kelas, kami semua harus menggeledah isi lemari masing-masing. Aku sangat menghargai kepedulian Ni Ira ini padaku. Meskipun dengan sedikit menggerutu beberapa kakak kelas akhirnya mengikuti perintah Ni Ira, sedangkan teman-teman saya turut berempati dengan masalah saya, dengan suka rela mereka menggeledah lemari dan tempat tidur mereka. Selama satu jam penggeledahan itu, hasilnya mini tape yang saya cari tidak dapat kami temukan.

Ni Ira menghiburku untuk bersabar terlebih dahulu, barangkali ada yang ingin meminjam tape itu tapi belum bisa mengembalikannya sekarang demikian hiburnya. Saya memang tidak punya pilihan lain. Saya terpaksa harus mengikhlaskan terlebih dahulu tape itu. Ni Ira berjanji akan membantu untuk memberitahukannya kepada adik kelas yang punya mini tape itu. karena saya belum tau bagaimana cara mengatakannya hanya saja, sebagai konsekuesiya saya memang harus mengganti tape itu jika dalam beberapa hari ini tape itu tidak di temukan.

Inilah awal keajaiban do’a yang saya panjatkan... setelah penggeledahan yang tidak menghasilkan apa-apa itu, saya segera melakukan salat sunnah duha.. sebenarya salat duha sering saya lakukan di asrama ini kadang berjama’ah dengan beberapa orang teman, namun kali ini saya melakukannya sendiri, seraya menangis dalam sujud saya memohon kepada Allah agar Allah berkenan memberikan saya petunjuk dimana saya bisa menemukan mini tape itu. Saya berkeluh kesah kepada Allah Dzat yang maha mengetahui, bahwa saya tidak punya kemampuan untuk mengganti mini tape itu dengan yang baru. Jangankan menggantinya untuk menanyakan harganya saja saya tidak berani, dan saya juga tidak tau dimana saya bisa menemukan penjual mini tape seperti itu di kampung halaman saya yang ketika itu masih minim dengan pedagang benda-benda seperti itu.

Setahu saya adik kelas saya yang punya mini tape itu pernah mengatakan bahwa mini tape itu di beli kakaknya di Malaysia, guna keperluan pekerjaannya, dan dia diijinkan untuk menggunakan mini tape itu dengan sarat jika telah selesai harus segera di kembalikan. Namun sekarag... mini tape itu hilang.. entah kemana..saya terus memohon ampun kepada Allah atas kelalaian saya ini, dan memohon agar segera diberikan kemudahan untuk mengembalikan tape itu.

Sehari telah berlalu, namun saya tak berputus asa dengan rahmat Allah yang mungkin sebentar lagi akan di berikanNya kepada saya entah melalui apa, saya sangat yakin Allah akan membantu saya. Malampun tiba... sambil berbaring saya tidak bisa memejamkan mata saya, jam sudah menunjukkan diangka sepuluh.. saya masih terbayang dengan jelas bahwa semalam saya mendengarkan mini tape itu berdua dengan teman saya yang kebetulan tempat tidurnya di atas tempat tidur saya. Memang.. seperti asrama lainnya, tempat tidur di asrama kami ini memang bertingkat. Kebetulan saya di bawah dan teman saya sebut saja Eno (bukan nama sebenarnya) di atas. Semalam kami mendengar rekaman itu berdua, dia juga menanyakan bagaimana cara menggunakannya, tentu saja saya menjelaskannya, walaupun tidak begitu dekat, dia adalah teman saya, dan saya senang berbagi ilmu dengan siapa saja.

Eno serta semua penghuni kamar ini sudah terlelap dalam mimpi indahnya. Sekilas hati saya bertanya, mungkinkah Eno yang mengambil mini tape itu.. karena hanya dia yang melihat saya meletakkan mini tape itu di bawah bantal. Dan dia juga banyak bertanya tentang cara penggunaan tape itu, setelah saya ingat-ingat, saat salat subuh tadi, saya tidak melihat Eno di mesjid, begitupun ketika sarapan pagi, saya baru melihatnya kembali ketika kami menggeledah lemari pakaian masing-masing. Itupun sepertinya dia terlihat sedikit gugup... tak ada yang sempat memperhatikannya, karena semua anak di kamar itu memang terlihat bigung , tapi kenyataannya saya tidak menemukan tape itu di lemari pakaian serta di tempat tidurnya. Jadi pikiran itu terpaksa saya hilangkan dulu. Untunglah akhirnya saya tertidur juga setelah melafalkan beberapa ayat alquran dalam hati.

Keesokan paginya saya teringat lagi dengan lintasan pikiran saya semalam, sayapun menceritakannya kepada Ni Ira. Kalau begitu kita harus memperhatikan gerak-gerik Eno, demikian saran Ni Ira, kita berdua akan memperhatikannya tapi tidak terlalu mencolok, tambah Ni Ira lagi. Akhirnya saya pun mengiyakan saran Ni Ira itu. Untuk memulai misi saya memperhatikannya, saya pun mulai berakrab-akrab dengannya dengan tidak melupakan terus berdoa dengan ikhlas kepada Allah, dalam doa saya kali ini, saya mohon kepada Allah, jika memang yang mengambil mini tape itu Eno, maka bantu saya agar saya bisa memngungkapnya, dan agar Eno juga mau mengembalikannya. Namun jika bukan Eno yang mengambilnya, maka ampuni saya yang telah berprasangka kepada Eno.

Allah mengabulkan doa saya, setelah hari ini saya mulai akrab dengan Eno, Eno pun bercerita kepada saya tentang seorang cowok yang sedang di taksirnya, cowok itu sekarang sedang PKL di sebuah hotel yang tidak begitu jauh dari asrama kami. Sekarang Eno sedang berusaha pedekate dengan si cowok, jadi dia minta saran saya apa yang harus dilakukannya. Saya sebenarnya risih mendengarkan hal ini, di samping saya belum mengenal cowok, saya juga tidak mengerti apa yang harus dilakukan untuk mendekati cowok, bagi saya sangatlah tabu jika cewek yang harus mengejar-ngejar cowok. Tapi mengingat misi saya, akhirnya dengan ngasal saya menyarankan untuk memberikan cowok yang ditaksirnya itu sebuah hadiah. Tanpa di duga Eno mengatakan sudah memberikan cowok itu hadiah, katanya lagi cowok itu amat senang dengan hadiah yang diberikannya. Tapi entah mengapa ketika Eno mengatakan bahwa dia sudah memberikan hadiah kepada cowok itu, perasaan saya waktu itu berdebar-debar, pikiran saya langsung kepada mini tape itu. Saya berusaha menahan diri untuk tidak bertanya lebih jauh. Saya tidak mau misi saya berantakan sia-sia, hanya karena kecerobohan saya.

Satu hal yang dapat saya simpulkan, saya harus mulai mencari tau cowok yang di maksud Eno, kebetulan dia tadi menyebutkan nama dan hotel dimana cowok itu PKL.

Saya kembali mengucapkan syukur kepada Allah atas jalan keluar yang sudah sedikit terbuka ini. Meskipun adik kelas sudah menanyakan berulangkali mini tapenya, saya minta dia bersabar, karena kemaren saya sempat mencari toko tempat menjual mini tape itu, dan menanyakan harganya, teryata harganya tiga ratus ribu rupiah, uang sebanyak itu tak mungkin saya dapatkan dalam waktu dua hari ini. Padahal saya sudah menahan uang sekolah sebanyak seratus limapuluh ribu yang di berikan bapak saya kemaren, saya berpikir uang itu akan saya gunakan untuk mengganti mini tape itu, masalah bayaran sekolah , nanti akan saya pikirkan lagi jalan keluarnya.

Saya memohon kepada Allah agar membantu saya menyelidiki cowok itu. Sepertinya Allah sudah mencondongkan hati saya , bahwa masalah saya akan segera selesai jika saya berhasil menemui cowok itu dan melihat hadiah apa yang di berika kepadanya oleh Eno, teman saya. Saya tidak mau membuat masalah baru lagi dengan memakai uang SPP untuk mengganti mini tape itu.

Allah kembali memperlihatkan kepada saya sebuah jalan yang semakin terang. Sebagaimana layaknya asrama, maka ijin keluar asramapun sangat sulit didapat di hari sekolah. Kami hanya diijinkan keluar asrama di hari minggu, itupun pada jam yang telah ditentukan. Kalaupun terpaksa minta ijin di hri biasa untuk keluar asrama, maka kami harus punya alasan yang sangat kuat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Hari ini saya berencana minta ijin untuk keluar asrama, tapi saya belum tau akan memberikan alasan apa. Sayapun bertanya kepada sahabat saya yang biasa saya sapa dengan sebutan Kak Atik, kami sekelas, walaupun tidak satu kamar, tapi saya cukup dekat dengannya. Sebelumnya saya pernah menceritakan masalah saya ini kepadanya. Makanya kali ini saya juga berani minta pendapatnya.

“Mau kemana sih” tanya Kak Atik.

“Ke Hotel Denai, katanya cowok yang ditaksirnya itu PKL disana, dan dia pernah memberikan hadiah kepada cowok itu, saya yakin hadiah yang di berikannya itu adalah mini tape yang saya cari. Saya ingin bertemu cowok itu, dan menanyakan tentang hadiah itu.”

“Kalau begitu kamu ga usah kesana, saya punya sepupu yang kerja disana, kita telpon saja sepupu saya itu, minta tolong untuk mencari tau apakah mini tape itu ada sama cowok itu atau tidak, kalau kamu bertemu dia, kan belum tentu hadiah yang di berikan itu adalah mini tape, jadi kamu akan mempermalukan dirimu sendiri” saran Kak Atik.

Saya terdiam, benar juga apa yang dikatakan Kak Atik, kebetulan sekali Kak Atik punya saudara yang kerja di hotel itu, disamping saya tidak mempermalukan diri bertemu degan seseorang yang tidak saya kenal, ditambah lagi saya tidak perlu mencari alasan untuk ijin keluar asrama. Kamipun segera menuju telpon umum yang ada di lingkungan sekolahku. Untuk yang satu ini, kami tidak perlu minta ijin. Setelah Kak Atik berbicara dan bercerita tentang masalah saya kepada sepupunya yang kebetulan seorang chef di hotel itu, akhirnya sang sepupupun bersedia membantu kami. Saya menyebutkan merk dan warna serta ciri khusus dari mini tape yang saya cari itu. Serta yang tak kalah pentingnya kaset mungil di dalam mini tape itu berisi rekaman doa sewaktu malam penutupan orientasi siswa di sekolah kami. Saya juga tidak mau mempermalukan orang yang telah menolong saya itu.

Dia berjanji akan menanyakan benda yang kami cari itu kepada cowok yang namanya tadi sudah saya sebutkan. Ternyata cowok itu memang sedang PKL di hotel itu. Sebelumnya kami berpesan, agar saudara sepupu Kak Atik itu, tidak menceritakan kejadian ini kepada cowok yang kami maksud. Dan kami akan menelpon kembali keesokan harinya guna mengetahui hasil ‘investigasi’ sang sepupu.

Alhamdulillah Allah benar-benar telah mempermudah jalan saya untuk menemukan benda itu, setelah keesokan harinya sayapun menelpon kembali sepupu Kak Atik, dan ternyata benda itu memang ada di tangan cowok itu, karena kebetulan sepupu Kak Atik ini adalah seorang cowok, maka tak sulit baginya untuk bermain ke kos-kosan cowok yang di taksir Eno. Setelah berbasa-basi seperlunya dia melihat mini tape itu di atas meja belajar kos-kosan itu. Akhirnya dia bertanya benda itu di beli dimana dan harganya berapa. Dengan spontan si cowok menjawab bahwa benda itu di berikan sebagai hadiah oleh teman perempuannya yang bernama Eno, temannya itu sekarang bersekolah di SPK (sambil menyebutkan sekolahku). Yakinlah saya ternyata benda itu memang di ambil oleh teman saya sendiri. Sampai disini saya bingung harus bagaimana selanjutnya. Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada sepupu Kak Atik ini.

Saya kembali ke asrama dan mulai menceritakan hal ini kepada Ni Ira. Ni Ira meminta saya dan Eno untuk menemuinya di sebuah tempat yang jauh dari keramaian nanti malam. Tempatnya di atap asrama, sebenarnya di atap itu tempat kami menjemur pakaian, kebetulan disitu di sediakan jemuran, untuk mencapainya kami harus naik tangga putar. Dengan berdebar-debar sayapun kesana, beberapa saat kemudian Eno pun tiba, saya tak henti-hentinya berdoa dalam hati memohon kekuatan kepada Allah, agar saya tidak sampai emosi ketika bertemu dengan teman yang telah membohongi saya ini dan membuat uang SPP saya hampir melayang.

Sepertinya Eno tidak tau bahwa dia di minta Ni Ira untuk menemui Ni Ira sehubungan dengan masalah saya, karena saya melihatnya dengan santai berjalan menuju kami, karena malam dan bulanpun tertutup awan, sepertinya dia tidak memperhatikan ada saya juga di sana, namun setelah dia melihat ada saya di tempat itu, maka dia mulai terlihat gugup. Pembicaraan kamipun di mulai dari sejak pertama kali saya kehilangan mini tape itu. Pertama Eno tetap tidak mengakui perbuatannya, saya yang selalu istighfar dalam hati, berusaha dengan sabar menceritakan yang telah saya ketahui. Di tambah lagi denga wejangan dan nasehat dari Ni Ira, akhirnya selama kurang lebih dua jam kami dia tas atap itu, barulah dia mengakui perbuatannya.

Alhamdulillah ya Allah... saya sangat lega dengan pengakuan ini, hampir saja saya kehilangan kesabaran, karena waktu itu sudah terlontar dari mulut saya untuk menyampaikan masalah pencurian yang dia lakukan ini kepada pengawas asrama, bagi penghuni asrama, pastilah tidak mau berhubungan dengan ibu asrama yang super killer itu. Tak henti-hentinya saya berdoa agar Allah membukakan pintu hati teman saya itu untuk mengakui kesalahannya. Dan akhirnya Allahpun mengabulkan permohonan saya. Ni Ira meminta saya untuk segera kembali kekamar, selanjutnya dia akan berbicara empat mata dengan Eno. Sebelumnya Ni ira meminta saya untuk bermaafan denga Eno. Setelah itu saya segera ke kamar dan bertetima kasih kepada Ni Ira. Sampai di kamar, saya langsung melakukan sujud sukur, dan menangis kembali di hadapan Rabb alam semesta yang telah mengeluarkan saya dari masalah yang menurut saya, itu adalah masalah pertama yang terberat sepanjang hidup saya ketika itu.

Sejak saat itu saya selalu berdoa dan memohon kepada Allah tentang apapun, entah itu masalah ringan ataupun berat, bagi saya semua yang telah saya dapatkan sekarang merupakan keajaiban doa yang dikabulkan Allah untuk saya. Demikianlah kisah saya , semoga bisa membuat kita semua tak henti berdoa dengan ikhlas dan berprasangka baik kepada Allah. Terutama untuk diri saya sendiri.


Jumat, 12 November 2010

siapa bilang caesar itu enak....


Mungkin bagi sebagian orang memilih melahirkan dengan cara caesar adalah yang terbaik, alasannya beragam, diantaranya tidak mau merasakan sakitnya proses melahirkan normal Tapi tidak demikian halnya denganku. Aku merasa sangat tidak nyaman dengan operasi caesar ini, karena aku sudah pernahsebelumnya merasakan melahirkan secara normal, dimana, beberapa saat setelah bayiku lahir aku bebas beraktifitas.
Untuk alasan yang memang mengindikasikan seorang ibu hamil harus menjalani operasi caesar, hal ini adalah suatu keniscayaan, sama seperti yang aku alami sekitar dua bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 9 september 2010. Pada dasarnya aku tidak pernah membayangkan akan menjalani operasi caesar ini, namun saat itu entah mengapa tiba-tiba tekanan darahku naik sampai 150/100 mmhg, dokter yang merawatku menyarankan agar aku bersiap untuk menjalani operasi tersebut demi menyelamatkan aku dan janinku. dengan pasrah akupun mengikuti saran dokter itu.
Segala persiapan operasipun di mulai, dari pemasangan infus, pengambilan darah, dan segala hal yang wajib dilakukan bagi seorang ibu hamil yang akan menjalani operasi caesar. Sambil terus berzikir dalam hati aku menjalani tahapan proses itu dengan perasaan tak menentu, sampai saat satu kolf obat yang bergubna untuk menetralisir tekanan darahku di pasangkan di infusku, rasa hangat menjalar di sekitar mulut dan tenggorokanku, aku pikir ini biasa. jadi ku nikmati saja proses ini. namun ketika masuk kekamar operasi dan dokter anasthesi mulai menambah tetesan infus itu menjadi sangat cepat, jantungku berdebar kencang, seolah hendak meledak saking kencang dan cepatnya darah yang dipompakan oleh jantung ke seluruh tubuh. saat itu serasa malaikat maut akan segera menjemputku. tapi Allah masih mengingatkanku agar segera bertanya kepada dr anasthesi tentang hal yang aku rasakan, saat itu juga aku segera menanyakannya, dan dokter itupun segera mengganti infus tersebut dengan yang lain. Itu adalah hal pertama perasaan ketidaknyamanan yang ku rasakan sewaktu di caesar, rasa tidak nyaman yang lain adalah setelah aku dianasthesi, rasa baal di seluruh kaki membuatku sangat tidak nyaman, selanjutnya ketika operasi selesai, dan aku mulai di tempatkan di ruang recoveri room, saat itu seluruh tubuhku menggigil, aku merasakan kedinginan yang sangat hebat, yang belum pernah aku rasakan selama ini. sehingga gigi2ku gemeretuk menahan rasa dingin yang tidak terkira itu, aku kembali menanyakan nya kepada petugas yang sedang berada di situ, dan akupun di beri semacam pompa yang menyalurkan hawa hangat kedalam tempat tidurku. suster itu berkata hal ini wajar , karena merupakan efek dari anasthesi. dan yang terakhir adalah setelah rasa baal di kakiku hilang dan aku mulai mobilisasi dengan miring kiri dan kanan dulu, kemudian duduk, dan berdiri serta berjalan... tahapan ini memakan waktu yang cukup lama dan dengan rasa sakit di daerah operasi yang lumayan susah untuk di tahan...
Ketidaknyamanan yang terakhir itu berlanjut hingga sekarang walaupun usia bayiku sudah 2 bulan... jadi...para ibu hamil, yang akan menjalani proses persalinan, aku sarankan untuk tidak cepat-cepat memutuskan untuk di opeasi caesar, jika masih memungkinkan untuk melahirkan secara normal, maka hal itu akan lebih baik...kecuali ada indikasi yang mewajibkan anda untuk segera di caesar...

Kamis, 07 Oktober 2010

bertambahnya hamba allah di muka bumi ini


Allahu Akbar.... Allahu Akbar... Allahu Akbar, walillahilhamd..
hari ini terakhir ramadhan..hari ini juga aku harus kontrol kehamilanku. sesampai di hermina, dan di periksa oleh dokter nina, ternyata tekanan darahku cukup tinggi 150/100. itu artinya tidak baik untuk kehamilanku, untuk diriku dan untuk janinku. dokter nina menyarankan agar aku harus segera di caesar,dengan pasrah aku dan suamikupun setuju.
yang terpenting saat ini adalah keselamatan ku dan janin ku, kalau tekanan darahku bertambah, maka akan dikhawatirkan aku akan mengalami keracunan kehamilan, dan bisa-bisa aku kejang..dan aku tidak mau hal itu terjadi. aku pasrahkan semuanya kepada Allah sang pemelihara dan pencipta seru sekalian alam..
Rabb apapun yang Engkau kehendaki dan yang Engkau ijinkan terjadi pada hamba, hamba ikhlas menjalaninya, dan hamba mohon berikan hamba kesabaran dan kekuatan dalam menjalani ketetapanMu itu... amin....
9 september 2010. jam 11.43, sesaat sebelum azan lohor berkumandang, akhirnya Allah berkenan memberiku seorang bayi laki-laki yang sangat menggemaskan. meskipun harus lewat operasi caesar, Alhamdulillah bayiku sehat, degan berat 3.300 gr, dan panjang 48 cm, terima kasih Rabb...atas segala karunia dan kekuatan serta kesabaran yang telah Engkau berikan kepada hamba..

Selasa, 10 Agustus 2010

Hampa



Sesak, hampa, gelisah, tak berdaya, itulah sekelumit rasa yang ada, oksigen menghilang dari otak, darah serasa tak membawanya menuju otak, benar-benar hampa, gelap menghampiri jiwa. Akankah ini akhir dari segalanya?
Ketika putus asa menerpa diri yang sedang menanggung sebuah ujian iman, ketika itu dunia serasa akan ditinggal selamanya. Diri yang putus asa benar2 senyuman kemenangan bagi si penggoda iman, para syaithan. Laknatullah itu menari-nari di pelupuk mata, membuat putus asa semakin meraja. Diri dibuat lupa dengan sang Pencipta. Laknatullah kembali membisikkan kata manisnya putus asa. Iman yang lemah seakan tak berdaya.
Cukup! Iman! Segeralah bangkit, halau rasa putus asa yang di hantamkan syaithan kepada diri yang tidak berdaya. Hujamkan ke dalam diri kalimat semangat dari Rabbnya. Kobarkan kalimat suci itu kedalam diri yang tak berdaya ini.
wahai putus asa segeralah sirna, manakala iman kembali menampakkan dirinya, berupa kesabaran seorang hamba menghadapi ujian iman. Kesabaran berkata, ujian yang kau derita hanyalah setitik dari ujian yang akan kau terima di akhir masa. Lalu sanggupkah sang putus asa mengalahkan diri yang mulai bersimbah dengan kekokohan iman dan berbalut kesabaran.
Aku rasa tak akan ada yang sanggup melawan kekokohan iman yang berbalut kesabaran ini. Tidak sang putus asa, tidak juga para syaithan sang pembuat putus asa itu. Aku ingin sekali menikmati kemenangan diri dari keputusasaan ini, kemenangan iman dan kesabaran, hingga suatu saat takkan ada syaithan yang berani menyusupkan rasa putus asa kedalam diri ini.
Rasa putus asa ketika menghadapi ujian, sebuah penyakit yang tidak di ketahui, yang membuat diri hampir pingsan setiap saat jika tidak berbaring. dalam keadaan berbaring sekalipun diri yang sedang putus asa ini, kadang di sergap perasaan dan gejala pingsan yang entah sampai kapan.
Hanya Allah yang membuat diri masih bisa merasakan iman yang mulai bertambah hanya kepadaNya diri berserah, karena Dia yang menciptakan diri yang tak sempurna.
Wahai diri, ujian bukan untuk membuatmu putus asa, namun ujian adalah untuk kau nikmati dan kau rasakan sebagai karunia Ilahi. Teruslah bertahan demi titipan Ilahi yang tidak semua orang di percaya untuk di titipi. Amanah ilahi yang hanya di berikan kepada wanita pilihan, wanita sejati, yang pasti mampu memanggul amanah besar ini.
Wahai diri berbahagialah dan tersenyumlah, menghadapi ujian yang beberapa bulan lagi kan berlalu.
Wahai diri,berbahagialah karena engkau adalah salah satu wanita beruntung yang di pilih sang Ilahi...
mgg ke 30, 16 juli '10

sampai kapan rasa trauma ini kan bercokol d hati, sekuat rasa ingin menghancurkan trauma, sekuat itu pula trauma kembali menghantui jiwa. sekuat hati hanya hasbunallah wanni'malwakil, ni'malmaulawanni'mannashir.. Sekuat itu juga para syaitan menarik diri kedalam trauma, bisikan syaitan membuat sugesti untuk diri agar bergantung kepada makhluk, bukan kepada khalik.
Ya rabb, tolonglah diri agar hanya bergantung kepadaMu. Jangan biarkan diri tergelincir kejurang penghambaan selain kepadaMu, ya rabb, hilangkan rasa wahm ini dari diri yang sangat lemah ini, jadikanlah di dalam diri hanya satu tempat bergantung dan sugesti hidup yaitu hanya padaMu ...amin



kata mereka...
Saya mau menanggung segala apa yang kamu alami selama hamil ini, jika saja saya hamil, saya bersedia merasakan rasa yang terjadi padamu sekarang, saya bersedia pingsan seperti yang kamu alami, atau muntah-muntah berkepanjangan, seperti yg kamu alami juga, bahkan saya rela pusing sepanjang masa kehamilan saya, sama persis seperti yang kamu rasakan, andai saja Allah memberika kehamilan itu kepada saya, maka saya bersedia merasakan segala keputusasaan yang kamu rasakan, saya akan mengganti rasa putus asa itu menjadi harapan terhadap kehadiran buah hati saya kelak, pasti hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan bagi saya dan keluarga saya. Saya akan mengganti rasa putus asa itu dengan rasa indahnya tendangan kaki mungil yang sedang berkembang dalam rahim saya, saya akan menikmati itu walaupun dalam keadaan sakit yang luar biasa.
Apa kamu mau memindahkan janinmu ke rahim saya, ayolah... Saya mohon, kamu tidak sanggup merasakan derita selama kehamilan ini kan? saya dengar kamu putus asa dan sangat menderita dengan kehamilanmu, bahkan kadang kamu merasa seperti akan hengkang dari dunia, daripada kamu dikuasai syaitan seperti itu, maka pindahkanlah janinmu kerahim saya, agar kamu tidak merasakan penderitaan lagi seperti yang di bisikkan para syaitan kepadamu. Ayolah.. Ini takkan berarti apa2 bagimu...
Wahai sahabat terima kasih atas saranmu, takkan ku biarkan siapapun datang mengganggu. Jika kau pikir aku akan kalah dari keputusasaan yang di hantamkan syaitan kepadaku, maka kau salah. Aku sangat menikmati tendangan kecil janin ku, yang tak semua orang bisa merasakannya termasuk dirimu, jika kau mau janin bersemayam di rahimmu dan semua penderitaan yang kau sebutkan tadi, kau bisa memintanya kepada Allah sang pemberi segalanya, Beliau akan memberikannya kepadamu dengan senang hati, tapi jika Allah belum memberimu, maka mungkin saja kau belum pantas untuk di beri, dan hanya aku yang pantas mendapatkan kehormatan kehamilan ini..
Maaf ya sahabat, seberat apapun rasa putus asa yang di bisikkan syaitan kepadaku, dengan ijinNya aku pasti bisa menghilangkan rasa putus asa itu. Aku sudah berjanji kepadaNya untuk lebih kuat lagi menahan rasa putus asa ini. Dan aku juga memohon kepadaNya agar aku di beri kesempatan untuk merawat janinku kelak setelah dia lahir, serta mendidiknya menjadi anak yang saleh. Dan aku sangat yakin Allah akan mengabulkan permohonanku, karena Dia sudah menitipkan amanah ini padaku, maka itu artinya Dia juga yang akan menjagaku dari keputusasaan yang di kirimkan syaitan, musuhnya..
Sahabat aku harap kamu jangan terpengaruh oleh keputusasaan yang di bisikkan syaitan kepadamu, kita berada dalam posisi yang sama sahabat, sama-sama di hasut oleh syaitan agar terjerumus kelembah putus asa. aku tau kamu sudah terlalu lama menunggu kehadiran janin di rahimmu. saranku sahabat, teruslah memohon kepadaNya, serta maksimalkan usahamu. Semoga saja suatu hari nanti, Dia berkenan mengabulkan permohonanmu, dan kaupun akan merasakan nikmatnya gerakan si mungil ini di dalam rahimmu..

Motivasi




Itulah sifat manusia, kalau sudah di uji dengan penyakit, baru ingat kematian yang bisa datang kapan saja, tapi ketika badan segar bugar ingatkah manusia itu tentang kematian yang akan menjelang? Walau bagaimanapun hal ini masih lebih baik, daripada tidak mengingat sama sekali akan datangnya kematian itu.
Masalahnya adalah jika kita sudah mengingat akan kematian yang bisa datang kapan saja, sudahkah kita mempersiapkan diri menghadapinya. Sudah sebanyak apa amal ibadah kita, sudah seberapa dosa yang telah di ampuni rabb. Siapkah kita bertemu Allahurabbi, atau malah terlempar ke neraka jahannam sebelum sempat meliha catatan amalan selama hidup di dunia. Lalu apa yang harus kita lakukan, sementara penyakit masih mengerogoti badan, rasanya untuk salat saja sangatlah susah?
Tentu saja kita harus tetap melakukan ibadah untuk mempersiapkan diri jika pada akhirnya sang malaikat maut menjemput. Lakukanlah ibadah itu semampu kita, bertobatlah kepada Allah yang maha pengampun, semog saja tobat nasuha yang kita pankatkan dengan sungguh2 akan di terima Allah, dan mempermudah kesembuhan kita atau kematian kita.
Satu lagi janganlah pernah berputus asa dengan rahmat Allah. Apakah kesembuhan atau kematian yang di berikan Allah, keduanya merupakan rahmat yang terbaik yang di berikan Allah kepada kita. dan jangan merasa diri paling menderita, coba lihat seorang anak kecil yang sedang terbaring koma di salah satu rumah sakit di bekasi. Hanya karena bercanda dan didorong temannya hingga leher dan kepalanya terbentur di meja, anak itu kini sedang menghadapi masa tersulitnya, antara hidup dan mati. Kalau kita perhatikan, lebih menderita siapa? Anak itu atau kita? Anak itu benar-benar koma dan tidak menyadari bahwa alat bantu rumah sakit masih membuatnya bertahan hidup, tentunya dengan seijin Allah. Sementar kita, hanya di beri Allah rasa pusing di kepala dan sesak didada, mual, muntah, lemah, walaupun itu membuat diri hampir pingsan. Tapi anak kecil yang bernama yoga itu malah sudah koma, dan tak pernah menyadari dia ada di mana...
jadi syukirilah rahmat yang di berikan Allah kepada kita, berupa sakit maupun berupa sehat.
Satu lagi contoh yang dapat di lihat, seorang ibu hamil yg baru hamil 7 bulan, terpaksa harus di caesar karena si ibu menderita penyakit gagal ginjal, dan si ibu harus menjalani cuci darah dua kali seminggu dalam keadaan koma. Alhamdulillah sekarang si ibu sudah sadar, meskipun masih bedrest. Sementara bayinya juga harus berjuang melawan tubuh ringkihnya yang belum seharusnya menghadapi kehidupan dunia fana ini.
Coba kamu renungkan betapa beruntungnya dirimu yang hanya di uji dengan sedikit penyakit, sepantasnyalah kamu lebih sabar dalam menghadapi penyakitmu..

Untuk diriku sendiri dan adik2ku yang sedang sakit di kampung.
31 juli 10

Ruqyah



Ruqyah.. Biasanya kata2 itu yang aku ucapkan kepada adikku. Karena keputusasaannya dengan penyakit yang di deritanya selama setahun ini. Adikku sudah pernah dirawat dan di cek segala rupa, mulai dari USG, endoskopi sampai pemeriksaan laboratorium, namun hasilnya menurut dokter tidak ada penyakit yang terlihat dari hasil pemeriksaan itu, semua hasil pemeriksaan itu mengatakan bahwa adikku sehat- sehat saja. Padahal adikku merasakan sakit yang luar biasa di perutnya , hingga membuat doa mual, muntah bahkan pusing seperti mau pingsan. Walhasil dokter hanya memberikan obat penenang kepada adikku, dan menyarankan agar adikku berkonsultasi dengan psikolog, kenyataannya setelah semua saran itu diikuti adikku, tetap saja penyakit itu masih dirasakannya. Bahkan tubuhnya semakin hari semakin pucat dan kurus. akhirnya aku menyarankan agar adikku di ruqyah saja. Sayangnya di kampungku belu ada ruqyah syar'iyah sebagaimana di jakarta dan sekitarnya, jadi adikkupun belum sempat di ruqyah. Aku sarankan untuk di ruqyah di bekasi saja, tapi adikku belum cukup kuat untuk menempuh perjalanan yang lumayan jauh itu. Dengan kata lain dia masih terpaksa mengkonsumsi obat dari dokter yang biasa di minumnya walaupun obat2an itu tidak banyak membantu . Kadang aku kasihan mendengar curhatnya yang sudah berputus asa dengan penyakit yang di deritanya itu. Aku hanya bisa mensupport dan berdoa dari jauh, semoga saja Allah memberikan kekuatan kepadanya dan keluarga kecilnya, dan semoga Allah memberi dia kesempatan untuk di ruqyah di bekasi ini.
Masalahnya sekarang adalah, ternyata ruqyah itu juga perlu untukku, karena akhir-akhir ini aku merasa hantaman was-was yang luar biasa dari syaitan laknatullah. Saat aku mengalami pusing dan serasa mau pingsan. Karena selama hamil ini, aku sering merasakan hal itu, tapi yang terparah ketika aku pingsan di sebuah mall, dan aku terpaksa di gotong menggunakan tandu beramai-ramai oleh satpam mall tersebut. Sejak saat itu rasa pusing dan mau pingsan melandaku hampir setiap hari. Di saat rasa itu datang syaitanpun melancarkan serangan was-wasnya kepadaku. Di dalam pikiranku di tanamkan akan datangnya ajalku sebentar lagi, serta di tanamkan ketakutan-ketakutan yang membuatku putus asa dengan penyakitku ini. Karena hampir tiap minggu aku kedokter dan diberikan obat2an yang salah satunya adalah obat penenang. Aku berpikir, bagaimana dengan bayiku, jika aku tergantung dengan obat2an itu, apalagi obat2an itu tidak banyak membantu. Rasa pusing dan sesak didada masih setiap hari kurasakan.
Akhirnya aku minta ijin suamiku untuk di ruqyah. Alhamdulillah si bapak mengijinkan. Dan pada suatu malam, akupun di ruqyah di temani suami dan anak2 ku. Setelah ustad habib membacayan ayat2 ruqyah beberapa kali, gejala aneh mulai terasa, aku merasakan kesemutan di kepala, dan sangat haus. Aki di berikan air putih yang juga dibacakan ayat ruqyah, setelah aku meminumnya, aku merasa mual dan.. Beberapa saat kemudian akupun muntah, selanjutnya pijitan di pundak yang memang dilakukan ustad habib selama aku di ruqyah seiring dengan bacaan ayat ruqyah, terasa sangat sakit sekali, padahal sebelumnya aku masih sanggup menahannya, namun kali ini aku terpaksa berteriak karena tidak tahan dengan rasa sakit itu.
Alhamdulillah, setelah muntah2 itu, kepalaku dan badanku terasa lebih ringan dan setelah di bacakan ayat ruqyah untuk terakhir kalinya, rasa aneh tadi sudah tidak ada.. Alhamdulillah aku merasakan kelegaan dan ketenangan yang sudah lama tidak aku rasakan..
Terima kasih ya Allah telah mengembalikan kesehatanku melalui ruqyah, terima kasih juga kepada ustad habib yang bersedia meruqyahku.. Alhamdulillah sekarang aku jadi lebih tenang, rasa sesak dan pusing sudah tidak aku rasakan lagi, apalagi rasa was-was yang sering menghantuiku. Saran ustad habib aku harus tetap mnjaga wudhu, dan membaca doa alma'tsurat setiap hari, di tambah dengan ibadah sunah lainnya. Semoga saja Allah selalu memberikan kekuatan dan kesabaran serta keistiqamahan kepadaku untuk melaksanakan saran ustad habib.

Mencari tempat salat


Bete banget kalau di suruh nunggu, apalagi nunggu di tempat yg tidak kita sukai. Hari ini keluarga kami pergi ke mall mangga dua. niatnya mau benerin cpu pc, tapi akhirnya si bapak malah beli yg baru cpunya, sudah sangat ketinggalan jaman kata yang punya toko. Seperti biasa, si bapak pasti termakan bujukan yang punya toko untuk membeli yang baru, akhirnya hargapun di sepakati, dan untuk merakit cpu baru, maka kami harus menunggu kurang lebih 2 jam. diantara waktu menunggu kami pergi mencari musalla, karena kami belum salat lohor, ternyata setelah berkeliling dan beberapa kali tanya satpam, musalla yang dimaksud tidak berhasil kami temui, dan walhasil lewatlah sudah waktu lohor. Sesuai perjanjian jam 5 sore cpu baru kami sudah selesai di instal, kami pun kembali ke toko tadi. Ternyata cpunya masih belum selesai di install, karena bosan menunggu akhirnya aku memutuskan untuk makan di hoka bento di lantai 3 mall ini, si bapak menolak ketika di ajak makan, nanti cpunya malah tidak di install atau di kerjakan, dan akan semakin lama menunggunya bapak memberi alasan.Jadinya aku dan syifa saja yang makan di hoka-hoka bento, ketika kami sedang makan, sekilas aku melihat orang salat di sudut pintu darurat di mall itu. Aku dan anakku buru-buru menghabiskan makanan kami, selagi masih ada jam salat asar, kami harus melakukan salat . Alangkah leganya hati ini ketika ternyata di sana memang disediakan tempat salat tak resmi hanya terdapat beberapa sajadah dan mukenah. Biarlah.. Yang penting kami bisa salat, meskipun di depan tempat salat kami banyak orang yang berlalu-lalang. Aku dan anakku menunggu magrib datang di sudut ruangan itu. waktu magribpun tiba dan kamipun salat magrib berjamaah kembali.
Alhamdulillah lega rasanya jika kewajiban itu telah tertunaikan...

Sesuai perjanjian jam 5 sore cpu baru kami sudah selesai di instal, kami pun kembali ke toko tadi. Ternyata cpunya masih belum selesai di install, karena bosan menunggu akhirnya aku memutuskan untuk makan di hoka bento di lantai 3 mall ini, si bapak menolak ketika di ajak makan, nanti cpunya malah tidak di install atau di kerjakan, dan akan semakin lama menunggunya bapak memberi alasan.
Jadinya aku dan syifa saja yang makan di hoka-hoka bento, ketika kami sedang makan, sekilas aku melihat orang salat di sudut pintu darurat di mall itu. Aku dan anakku buru-buru menghabiskan makanan kami, selagi masih ada jam salat asar, kami harus melakukan salat . Alangkah leganya hati ini ketika ternyata di sana memang disediakan tempat salat tak resmi hanya terdapat beberapa sajadah dan mukenah. Biarlah.. Yang penting kami bisa salat, meskipun di depan tempat salat kami banyak orang yang berlalu-lalang. Aku dan anakku menunggu magrib datang di sudut ruangan itu. waktu magribpun tiba dan kamipun salat magrib berjamaah kembali.
Alhamdulillah lega rasanya jika kewajiban itu telah tertunaikan...
Jadinya aku dan syifa saja yang makan di hoka-hoka bento, ketika kami sedang makan, sekilas aku melihat orang salat di sudut pintu darurat di mall itu. Aku dan anakku buru-buru menghabiskan makanan kami, selagi masih ada jam salat asar, kami harus melakukan salat . Alangkah leganya hati ini ketika ternyata di sana memang disediakan tempat salat tak resmi hanya terdapat beberapa sajadah dan mukenah. Biarlah.. Yang penting kami bisa salat, meskipun di depan tempat salat kami banyak orang yang berlalu-lalang. Aku dan anakku menunggu magrib datang di sudut ruangan itu. waktu magribpun tiba dan kamipun salat magrib berjamaah kembali.
Alhamdulillah lega rasanya jika kewajiban itu telah tertunaikan...
Sesuai perjanjian jam 5 sore cpu baru kami sudah selesai di instal, kami pun kembali ke toko tadi. Ternyata cpunya masih belum selesai di install, karena bosan menunggu akhirnya aku memutuskan untuk makan di hoka bento di lantai 3 mall ini, si bapak menolak ketika di ajak makan, nanti cpunya malah tidak di install atau di kerjakan, dan akan semakin lama menunggunya bapak memberi alasan.
Jadinya aku dan syifa saja yang makan di hoka-hoka bento, ketika kami sedang makan, sekilas aku melihat orang salat di sudut pintu darurat di mall itu. Aku dan anakku buru-buru menghabiskan makanan kami, selagi masih ada jam salat asar, kami harus melakukan salat . Alangkah leganya hati ini ketika ternyata di sana memang disediakan tempat salat tak resmi hanya terdapat beberapa sajadah dan mukenah. Biarlah.. Yang penting kami bisa salat, meskipun di depan tempat salat kami banyak orang yang berlalu-lalang. Aku dan anakku menunggu magrib datang di sudut ruangan itu. waktu magribpun tiba dan kamipun salat magrib berjamaah kembali.
Alhamdulillah lega rasanya jika kewajiban itu telah tertunaikan...

Kamis, 05 Agustus 2010

menjadi penulis

Itu yang terlintas di benakku setelah sekian lama di rumah. Aku biasanya bekerja di Sebuah Rumah Sakit swasta ternama di Bekasi. Namun setelah memutuskan berhenti bekerja untuk menjaga dan merawat sendiri anakku, serta menjadi ibu rumah tangga sejati, aku mulai bingung dengan rutinitas yang berubah ini. Biasanya sibuk di tempat kerja, sekarang sudah tidak ada lagi yang harus di kerjakan setelah semua pekerjaan rumah selesai. Akhirnya Suamiku membelikan beberpa buah buku, dari buku Fiksi sampai buku Nonfiksi.

Ternyata Buku-buku itu tidak bisa menghilangkan kejenuhanku di rumah, aku mulai berpikir sebaiknya aku melakukan usaha, atau mungkin jualan. Setelah hal ini kuutarakan kepada suamiku, beliau tidak setuju, beliau tidak mau waktuku nanti tersi

ta untuk usahaku

dan anak-anak terlupakan. Sempat marah juga mendengar penolakan itu, tapi...harus bagaimana lagi, aku sudah memilih dia menjadi suamiku dan aku harus mematuhinya, karena aku tidak mau di anggap Allah sebagai istri yang durhaka.Lama aku merenung, apa yang sebaiknya aku lakukan, agar aku tidak bosan dan suamikupun mendukung. Aku sampai pada suatu kesimpulan, sebaiknya aku menulis saja. Karena menulis bisa kulakukan di rumah, tanpa harus meninggalkan dan melupakan anak-anak. Dan menulispun bisa aku lakukan setelah malam hari ketika anak-anak seudah tidur, atau ketika sebelum subuh, dimana anak-anak belum bangun.Maka kembali aku mengutarakan niatku kepada suami. Meskipun tidak antusias, dia mengijinkanku untuk menulis, kebetulan kami punya komputer di rumah, yang juga sesekali digunakannya untuk pekerjaannya.Karena aku tidak punya basic dari fakultas sastra atau jurnalis, maka aku berkeinginan untuk belajar menulis. Untunglah suatu ketika aku membaca sebuah artikel di Majalah Ummi yag menyatakan akan mengadakan pelatihan penulis cerita anak. Dengan tidak membuang kesempatan, aku pun mendaftar dan mengikuti pelatihan itu. Pelatihan yang diadakan setiap hari sabtu itu aku datangi dengan membawa anggota keluarga lengkap Aku terpaksa mengajaknya disamping aku masih memberikan ASI , juga tidak ada pembantu atau baby sitter tempat aku menitipkan anakku.Setiap sabtu, aku

lakoni mengikuti pelatihan itu, selama 4 kali pertemuan, dan akupun berhasil mengantogi sebuah sertifikat pelatihan menulis cerita anak, dengan nilai B. Aku sangat ingat waktu itu tutorku antara lain Zirlifera Jamil pemred UMMI, Ali Muakhir, Penulis di Mizan, dan Eka Wardhana, penulis di Syamil. Mereka bertiga adalah para motifatorku untuk menulis ini. Di sela- sela pelatihan mereka berujar, bahwa bakat menulis seseorang tidak lah berguna di bidang ini jika tidak diiringi latihan menulis. Bakat 1% pu sudah memadai jika diiringi dengan latihan, latihan dan latihan di 99 % nya.Saat itu aku benar-benar berada pada tingkat semangat yang paling tinggi, setelah selesai pelatihan itu aku mulai menulis. Apalagi waktu itu bulan ramadhan, setelah salat tarawih, aku buru-buru tidur, dan bangun jam satu malam, untuk salat tahajud , setelah aitu aku menulis samapai jam tiga, baru aku menyiapkan makanan untuk sahur. Setelah subuh, aku menulis lagi sampai jam mengantarkan sulungku sekolah. Dan ketika sulungku sekolah aku menulis lagi satu jam, baru kemudian berbenah dirumah dan bermain bersama bayiku. Setelah bayiku kelelahan dan tidur, aku menjemput sulungku yang baru di TK itu, kemudian aku menulis lagi, sampai sore, tentunya diselingi istirahat, untuk salat dan menemani si sulung bermain. Sorenya aku menyiapkan hidangan untuk buka puasa. Demikian aktifitasku setiap hari selama bulan ramadhan.Alhamdulillah aku berhasil merampungkan sebuah novel anak islami dalam waktu

sebulan itu, yang lebih kurang 100 halaman. Termasuk setelah ku edit sedikit di beberapa bagian. Setelah tulisan itu jadi, aku mulai bingung untuk mencari sebaiknya kemana aku harus mengirimkan tulisanku ini. Disinilah penurunan mood terjadi. Aku mencoba mengirim tulisan-tulisanku, mulai dari Novel anak islam tadi, sampai beberapa cerpen anak islam, ke berbagai penerbit dan media cetak, namun tak satupun balasan ku terima. Lebih kurang dua tahun tulisanku mengendap di file komputer. Sementara itu beberapa fiksi anak masih aku tulis meskipun sudah tidak sebanyak yang lalu.Suatu kali aku bertemu kerabat yang mempunyai percetakan, aku bertanya pada kerabat tersebut apakah dia punya link ke penerbit, dan ku jelaskan tentang kegiatanku yang sedang menulis fiksi anak. Sang kerabat memberikan sebuah nomor telpon yang ternyata adalah no HP seorang owner penerbitan. Tanpa menunggu lama aku langsung menelpon Pak Syafak demikia nama beliau , beliau adalah pemilik pernerbitan Media Sukses. Setelah memperkenalkan diri, aku bercerita tentang keinginanku untuk menerbitkan sebuah buku. Ternyata perusahaan ini belum pernah menerbitkan tulisan fiksi, apalagi fiksi anak. Akhirnya beliau menyarankan aku agar membuat tulisan non fiksi tentang keseharian yang bersifat motifasi. Beliau memberikan ide, agar aku menulis tentang pembantu rumah tangga, yang sangat dibutuhkan tapi dalam waktu yang sama juga tidak di hargai.Beberapa hari aku memikirkan saran Pak Syafak ini, sebelum akhirnya aku menerima tawaran itu, alasannya sederhana, karena aku belum pernah menulis non fiksi,

serta belum pernah mengikuti pelatihan menulis non fiksi. Tapi disini aku merasa di beri kepercayaan dan suatu semangat yang luar biasa dari seseorang yang aku tidak mengenalnya sebelum ini. Tawaran itu aku terima dengan rasa percaya diri yang mulai aku bangun untuk menulis tulisan non fiksi. Aku harus kembali belajar, meskipun tidak mengikuti pelatihan sama sekali. Setidaknya aku bisa menulis dari keseharianku dulu yang memang pernah butuh pembantu sekaligus ’bermasalah’dengan mereka, demikian tekadku dalam hati.Mulailah aku mencari referensi dan bertanya kepada teman-teman apa yang mereka butuhkan dari seorang pembantu, dan bagaimana mereka berperilaku terhadap pembantunya. Tak lupa aku mencari referensi d buku psikologi dan buku agama terutama bab yang menyatakan bagaimana sebaiknya hubungan majikan dengan pembantunya atau orang yang bekerja padanya. Aku juga membaca beberpa buku yang menyangkut dengan ketenagakerjaan. Sambil membaca dan mendengarkan beberapa orang kerabat dan teman tentang pembantu mereka, aku mulai menulis sebuah tulisan yang berdasarkan pada kenyataan, dan bukan khayalan. Alhamdulillah, Allah selalu bersama hambanya yang sedang giat berusaha dan tentu saja berdoa.Sebelum tulisanku rampung, Allah mengabulkan sebuah permintaanku yaitu dengan di muatnya tulisanku yang berupa cerpen anak di sebuah Surat Kabar Mingguan di kampungku Sumatera Barat, yaitu Singgalang Minggu. Semangat menulispun kembali meningkat. Tidak berapa lama kemudian sebuah cerpen anak tulisanku pun di muat di majalah UMMI. Aku

sangat bersyukur kepada Allah atas semua karunia Nya ini. Tak terbayangkan betapa senangnya hati ini ketika melihat tulisanku hadir di sebuah koran dan majalah ternama.Akupun semakin bersemangat menulis. Dalam waktu kurang lebih tiga bulan aku berhasil menyelesaikan sebuah tulisan non fiksi tentang pembantu rumah tangga. Aku segera mengirimkan tulisan itu kepada Bapak Syafak yang juga merangkap sebagai editor di perusahaannya. Beberapa hari kemudian Pak Syafak menelponku dan mengabarkan tulisanku akan di terbitkan, namun harus di revisi dan di tambah di beberapa bagian.Aku sangat berterima kasih kepada beliau dan bersyukur kepada Allah, ternyata kemudahan sudah menghampiriku. Dengan bersemangat aku merevisi dan menambah lagi tulisanku sesuai yag disarankan oleh Pak Syafak. Seminggu kemudian selesai juga revisi itu dan aku segera mengirimkan kembali. Sebulan kemudian aku di minta Pak Syafak

untuk datang kekantornya guna menandatangani sebuah kontrak kerjasama. Alhamdulillah ya Allah. Dengan mengajak anakku Aku mendatangi kantor Pak Syafak, dan kontrakpun akhirnya aku tanda tangani. Setelah kontrak kerjasama di tangan aku memperoleh sejumlah buku yang sudah di terbitkan. Kebetulan dalam kontrak kerjasama ini aku akan memperoleh fee atau royaltinya setelah buku yang aku tulis terjual di pasaran. Dari sekian eksemplar yang terjual aku akan memperoleh feenya sekitar 7 % , dan kontrak tulisanku selama 3 tahun.Sekarang aku kembali memohon kepada Allah agar tulisanku dapat di terima oleh masyarakat. Dan Alhamdulillah aku mendapatkan fee dari tulisan ini kurang lebih satu juta rupiah setelah beberapa bulan bukuku berada di toko buku. Karena ada perjanjian kerjasama juga antara penerbit dan toko buku.Allah ternyata sangat sayang padaku, baru dua bulan buku pertamaku terbit, teryata aku mendapat telpon lagi dari Zikrul Hakim penerbit buku anak islam, bahwa tulisanku yang pernah aku kirimkan dulu akan mereka terbitkan , tapi sebelumnya juga harus di revisi di beberapa bagian. Aku segera menyanggupinya. Akupun mulai merevisi bagian-bagian yang harus di revisi sesuai dengan permintaan editor. Buku inipun akhirnya terbit. Seiring dengan terbitnya buku fiksi pertamaku, sang editor di zikrul menyarankan agar aku menjadikan ceritaku sebuah serial. Akupun megangguk setuju. Akhirnya aku mulai mencari ide lagi untuk seri selanjutnya dari seri pertama yang berjudul Laptop Ajaib.Novel anak ini berkisah tentang seorang anak yang mendapatkan sebuah laptop

sebagai hadiah dari keberhasilannya mengikuti lomba. Laptop ini sangat ajaib, jika Akbar nama si anak menyalakan Laptop itu, maka Akbar akan masuk kedalam permainan yang sedang dimainkannya. Lebih ajaib lagi laptop ini di sertai suara seorang anak-anak di setiap perintah atau apa saja yang di klik oleh Akbar. Petualangan seru ini juga menyebabkan Akbar lebih pintar dalam pelajaran Bahasa Arab dan tahfidz. Keseruan cerita ini aku lanjutkan di seri berikutnya, yang berkisah tentang Akbar dan teman-temannya dalam petualangannya di negeri sains bersama Lepi.Ketika menandatangani kontrak kerja dengan Penerbit zikrul, aku di minta untuk menandatangai kontrak lepas. Artinya tulisanku di kontrak selama lima tahun dengan uang sejumlah dua juta lima ratus ribu rupiah. Apapun yang terjadi dengan buku itu nanti, misalnya terjual atau tidak, maka aku tidak di bebankan apapun.Buku keduaku juga terbit dengan judul Berpetualang ke negeri sains bersama Lepi. Lepi adalah seorang anak laki-laki yang bertualang bersama Akbar di dalam laptop ajaibnya. Buku yang kedua Ini berkisah tentang petualangan Akbar yang berada di negeri yang semuanya terlibat kedalam sains. Petualangan ini sangat seru, karena akan ada beberpa pertanyaan diakhir petualngan Kabar sama seperti buku yang pertama. Jika Akbar tidak bisa menjawab pertanyaan itu maka dia tidak akan bisa keluar dari laptop msampai jam slat berikutnya datang, tentunya dia harus mengulang kembali permainan dan menjawab kembali pertanyaan yang

akan di berikan diakhir permainan. Kontrak kerja tulisanku yang ini juga sama dengankontrak kerja pada Buku Laptop ajaib.Setelah buku kedua ini terbit, aku juga membuat seri ketiganya yang ceritaya tentang kabar yang masih bersama Laptop ajaibnya bertualang menjadi dokter kecil. Isinya mengajarkan kepada anak-anak agar mereka bisa merawat diri mereka sendiri dan teman-teman mereka ketika mereka mengalami suatu kecelakaan yang harus segera di tangani. Semacam P3K. Atau pertolongan Pertama Pada Kecelakaan. Amun sayang buku yang ketiga ini belum di terbitkan, karena editor ku yang lama sudah tidak bekerja di zikrul hakim lagi, sehingga editor baru menolak tulisanku yang terakhir ini.Kehilangan Semangat MenulisHal ini yang sering melanda seorang penulis ketika ide tidak muncul maupun ketika tulisan tidak dimuat atau di terbitkan. Aku pernah mengalami masa-masa ini ketika tulisanku yang terakhir tidak di terbitkan oleh penerbit, parahnya lagi aku membiarkan saja semangatku yang hilang tanpa mau bangkit kembali selama kurang lebih dua tahun. Di akhir 2009 aku mulai tersentak dari kehilangan semangat menulis itu. Momennya adalah ketika aku membuka sebuah blog yang sudah lama tidak aku kunjungi yaitu blogku sendiri di internet. Setelah itu aku juga mulai kembali membuka situs www.penulislepas.com untuk menambah pengetahuan dan berlatih menulis. Aku mulai bergabung di situs ini dengan menulis tulisan non fiksi, meskipun hanya sebatas artikel. Mau tau apa yang membuat aku bersemangat menulis sekarang Ya... semangat menulis kali ini adalah semangat untuk menulis tulisan non fiksi,

karena biasanya aku menulis cerita anak atau fiksi anak islam. Meskipun ada dua novel anak islam hasil karyaku yang sudah di terbitkan oleh penerbit Zikrul, ternyata kedua buku itu tidak begitu terdengar di pasaran. Benar novel anak islam yang berjudul Laptop ajaib, dan Berpetualang bersama Lepi itu di pasarkan di toko buku besar, seperti Gramedia dan Gunung Agung, namun aku rasa penjualannya tidak sesuai yang diharapkan penerbit. Sehingga kedua buku itu sudah tidak terdengar lagi sekarang. Namun aku tidak berputus asa, aku tetap menulis cerita anak, karena aku rasa, banyak hal yang ingin aku sampaikan kepada para pembaca cilik tersebut, tapi entah karena tulisanku yang memang tidak berbobot dan tidak memenuhi standar penerbit, dari sekian banyak naskah yang ku kirim tak pernah ada kabarnya. Jika aku tanya pada penerbit jawabannya tidak pasti, atau kadang di oper dari satu editor ke editor lain. Akhirnya ceritaku untuk para pembaca cilik itu hanya tersimpan manis di file komputer dan CD.Lalu dimana cerita tentang semangat itu. Dari sinilah cerita tentang semangat itu berawal, beberapa tahun yang lalu aku pernah mengikuti program pelatihan menulis online dari Penulis Lepas.com. setelah program itu aku masih terus menulis cerita anak seperti yang kuceritakan diatas tadi. Sampai suatu saat aku "kehilangan mood" untuk menulis karena tidak adanya kabar

berita beberapa naskah yang sudah aku kirimkan ke penerbit, hingga suatu kali aku kembali membuka situs penulis lepas. com yang ternyata sudah berubah. Di situs ini, aku membaca tulisan Jonru yang isinya kurang lebih menyatakan sebaiknya para penulis lebih baik menulis tulisan non fiksi ketimbang tulisan fiksi, karena pasar non fiksi lebih banyak dibanding pasar fiksi. Dari sini aku tersadar, ternyata apa yang di sampaikan Jonru ada benarnya juga, selama ini meskipun aku sering menulis, kebanyakan tulisanku hanya berkutat di seputar cerita anak. Walaupun pada awalnya aku tidak berniat mencari 'keuntungan' dari menulis ini, karena niatku hanya ingin menyampaikan pesan bagi anak-anak agar mereka berada di 'jalur' yang benar, tapi pada kenyataannya tulisanku itu tidak akan sampai kepada mereka, karena tulisanku itu hanya tersimpan di file komputerku saja. dan aku harus berusaha memikirkan cara lain untuk menyampaikan pesanku ini, nah di sinilah semangat itu mulai muncul. Aku berharap dengan memperbanyak tulisan non fiksi yang aku tulis ini serta mempostingnya di Penulis Lepas.com dan blog-ku, akan mengantarkanku kepada suatu keadaan yang mungkin saja bisa membuat tulisanku untuk anak-anak itu kelak bisa terlaksana. Terima kasih kepada Jonru dan pengelola situs Penulislepas.com ini , aku harap setiap tulisan yang aku kirim bisa di muat di situs ini, dan bisa memberi manfaat kepada banyak orang. Terima kasih juga kepada Peng Kheng Sun yang bersedia memberi tanggapan untuk salah satu tulisanku. Semoga komentar yang membangun dari anda para pencinta situs ini akan sangat

membantu dan menambah semangatku untuk menulis tulisan non fiksi ini. Sekali lagi, terima kasih.....Semoga saja artikelku bisa di terima setiap pembaca yang singgah di situs itu amin...Aku saat ini juga sering menulis di Blogku sendiri diwww.laptopajaib.blogspot.com. Dibawah ini aku sertakan cover buku-buku. Jika ada yang berminat dengan buku ini anda bisa memesan langsung di penerbit Zikrul Hakim, dan Media sukses.Bagi bunda yang sedang merancang sebuah keinginan untuk menulis, saranku segeralah menulis saat ini juga. Carilah pelatihan jika memungkinkan. Dan teruslah menulis untuk mengasah kemampuan menulis anda, setelah merampungkan tulisan anda, segeralah kirim ke penerbit, jangan berputus asa jika tulisan anda belum di terbitkan. Jangan berfokus hanya pada satu penerbit. Kirim tulisan anda ke banyak penerbit, sekaligus. Dan sering- seringlah menelpon atau menanyakan kepada penerbit apakah tulisan anda layak terbit atau tidak, jika penerbit mnita anda merevisi tulisan anda, maka segeralah revisi tulisan itu.. Bergabunglah dengan kelompok penulis. Walaupun sebenarnya aku belum melakukannya. Aku sangat ingin bergabung, namun kesempatan dan waktuku untuk bergabung dengan mereka belum ada. Makanya aku cukup puas dengan bergabung di beberapa situs penulis dan menjadi follower di beberapa blog penulis. Satu lagi tips ku segeralah mencatat ide yang tiba-tiba muncul di sebuah buku saku yang harus anda bawa kemanapun anda pergi, karena jika ide yang muncul itu tidak segera anda catat, maka ide itu akan lenyap dan mungkin saja anda tidak mengingatnya lagi. Jadi jangan

sepelekan ide sekecil apapun. Ide yang sudah anda tulis, suatu saat anda baca kembali ketika anda ingin menulis, saya jamin dengan kemampuan yang anda miliki, ide itu akan segera anda tuangkan menjadi sebuah tulisan yang bagus.Jadi para bunda..... tidak ada istilah untuk menganggur di rumah. Meskipun kita sudah mempunyai tugas seabreg sebagai ibu dan istri, kita tetap harus mengembangkan diri, salah satunya dengan menulis. Dengan menulis semoga kita bisa menambah income keluarga, dan juga menambah wawasan kita. Karena salah satu sarat menjadi penulis adalah rajin membaca buku apa saja. Tentunya dengan rajin membaca wawasan ibu-ibu bertambah dan semoga masih tetap bisa “nyambung” dengan suami . Mungkin sebagian kita berpikir bahwa dengan di rumah dan hanya mengurus anak , suami dan rumah itu sudah cukup...tapi...harus ingat bunda.... suami kita terus berkembang dengan pekerjaan dan pengetahuannya. Sebagai seorang istri, kita jangan sampai mengalami ketimpangan atau ketidak nyambungan dengan suami.Oleh karena itu kita harus rajin membaca, dan belajar-hal-hal baru dalam menjadi ibu dan istri, salah satunya dengan menuangkan ide-ide kita dalam bentuk tulisan.. Selamat menulis...Semoga kita menjadi penulis dan ibu rumah tangga yang hebat dan sukses.Ini cover buku pertamaku yang berjudul Tips agar tidak gonta ganti pembantu Tahun 2006, Dan

Berpetualang ke negeri sains Desember 2007. Maaf cover Laptop Ajaib tidak aku temukan di internet, dan aku juga lupa memintanya waktu itu ke penerbit. Buku novel anak islam ini terbit di tahun 2007.

untuk calon buah hatiku


Anakku, taukah kamu, sesakit apapun rasa yang mendera tubuh ibu, dengan ijin Allah, ibu akan bersabar menahan sakit itu. Hampir tiap minggu ibu ke rumah sakit, untuk memeriksakan penyakit yang sedang ibu derita, sebenarnya ibu tidak ingin datang ke dokter, dan meminum obat-obatan yang di berikan dokter itu, ibu tidak ingin anak ibu yang masih di dalam rahim ibu ini, harus merasakan zat kimia yang mengalir di dalam darah ibu disaat ibu meminum obat2an itu. Tapi apa boleh buat, ibu terpaksa melakukannya, karena seperti yang di katakan rasulullah, bahwa setiap penyakit, pasti ada obatnya. Karena saat ini , pengobatan yang ibu ketahui hanyalah pengbatan modern, maka ibu harus berobat secara pengobatan modern itu. Kalau ibu tidak meminum obat, kepala ibu terasa sakit sekali, serta nafas ibu menjadi sesak, dan ibu juga tidak cukup kuat untuk berdiri lebih dari lima menit, kalaupun ibu duduk, ibu hanya kuat selama lima belas menit sampai setengah jam. Makanya ibu memilih berobat kedokter dan meminum obat yang di berikannya. Maafkan ibu ya sayang..Tapi meskipun demikian, ibu juga meminum sari kurma sebagaimana yang di anjurkan rasulullah, namun sayangnya hal ini tidak banyak membantu.Anakku taukah kamu, ibu sangat takut jika sakit dikepala dan rasa sesak didada itu datang lagi. Ibu takut ibu pingsan lagi, dan pada saat ketidaksadaran itu terjadi, kamu akan kekurangan oksigen didalam rahim ibu, atau lebih berbahaya lagi, ibu pingsan sebelum ibu sempat untuk berbaring atau duduk, ibu sangat nengkhawatirkan keadaanmu jika hal itu terjadi, ibu tidak ingin kamu lahir lebih cepat dari perkiraan dokter . jika itu terjadi, itu sama saja artinya ibu akan membuatmu menderita seumur hidup.Karena yang ibu tau, kelahiran prematur itu bisa saja membuat organ tubuhmu belum bisa berfungsi secara maksimal, yang bisa saja mengakibatkan kecacatan bagi dirimu seumur hidupmu. Jadi sayangku, saat ini ibu hanya bisa berdoa dan memohon kepada Allah, agar obat2an yang ibu minum ini hanya berefek untuk ibu saja, jangan sampai obat2an ini membahayakan dirimu. Semoga Allah mengabulkan doa ibu, amin...Buah hatiku.. Terima kasih sudah memberikan semangat kepada ibu dengan tendangan dan gerakan2 yang kamu lakukan. Dengan tendangan dan gerakan itu, ibu semakin yakin bahwa kesabaran ibu menahan penyakit yang menurut dokter berasal dari lambung ibu ini, tidak sia-sia, karena semangatmu itu, ibu juga tetap bersemangat pergi kedokter untuk mendapatkan obat yang lebih pas, karena obat sebelumnya yang di berikan dokter itu belum mengurangi rasa pusing dan sesak yang ibu alami. Karena gerakanmu itu juga, ibu bersedia di ambil darah untuk pemeriksaan laboratorium sampai berulang kali. Dan karena semangatmu juga, ibu ikhlas di pandangi dengan pandangan bingung dan tak suka dari pasien lain yang juga berobat, ketika ibu terpaksa berbaring dikursi ruang tunggu rumah sakit. Sekali lagi, hal ini ibu lakukan karena ibu tidak ingin membahayakanmu.Sayangku.. Ini minggu keempat ibu meminum obat yang berbeda, doakan ya sayang, semoga obat kali ini membuat kesehatan ibu membaik, jadi ibu bisa mengajakmu jalan-jalan pagi untuk menghirup udara segar setelah subuh. Kita bisa jalan-jalan keliling komplek rumah kita, di samping jalan2 itu membuat ibu semakin kuat, tentunya juga membuatmu ikut kuat. Dan jika saatnya tiba nanti, ibu akan kuat melahirkan kamu, dan kamu akan lahir dengan tangisan yang kencang... Dan duniapun akan tersenyum menyambutmu, buah hati ibu..Untuk bapak, kakak syifa dan abang hikmal, terima kasih juga telah menyemangati ibu dan berdoa untuk kesehatan ibu dan dedek bayi.Semangat , bantuan, dan doa yang kalian berikan sungguh membuat ibu bertambah kuat dan sabar dalam menghadapi sakit ini. Ibu harap kalian tetap berdoa untuk ibu , dedek bayi dan keluarga kita.Mgg ke 31 , 28 juli 10

Kamis, 01 Juli 2010

Arrahim Allah bagi ibu hamil


Sejak seminggu yang lalu badanku terasa kurang enak, pusing yang biasa aku rasakan kali ini bertambah dengan rasa seolah-olah akan pingsan. aku tau persis bagaimana rasanya pingsan itu, benar-benar tidak enak, makanya jika ada rasa seakan mau pingsan, aku akan buru-buru tiduran dan melonggarkan semua pakaian yang aku kenakan. tapi seminggu terakhir ini rasa mau pingsan itu sering terjadi apalagi jika sore menjelang. padahal aku yakin HB ku saat ini tidak rendah, karena terakhir di cek laboratorium kadar HB ku masih 12,1 gr% , setelah ku amati mata, kuku dan telapak tangaku, tanda-tanda HB rendah juga tidak terlihat, semuanya masih memperlihatkan warna kemerahan, bukan warna pucat. Lalu dari mana pusing dan rasa mau pingsan ini berasal, aku benar-benar tidak habis pikir. akhirnya aku memutuskan untuk memeriksakan diri ke dokter, walaupun belum waktu kontrol yang semestinya. Setelah diperiksa dokter yanti, aku memang terlihat pucat, dokter yanti menyarankan untuk cek laboratorium lagi, kali ini ditambah dengan cek widal atau yang sering di sebut dengan cek penyakit tiphus, karena dokter yanti merasakan badanku ahgak sedikit panas, sub febris katanya, padahal aku merasa sub febris adalah wajar untuk ibu hamil, dan aku juga tidak merasakan meriang yang membuat aku menggigil.. aku hanya merasa pusing, itu saja.
namun aku tetap menuju laboratoruim untuk cek darah yang di sarankan dokter yanti, setelah darah di ambil dan menunggu kurang lebih 45 menit, akhirnya hasil lab itu keluar juga. dan benar saja apa yang di katakan dokter yanti, hasil tes widalku menunjukkan bahwa ada kuman typhoid dan paratyphoid di dalam darahku. untungnya jumlah kuman itu hanya sedikit, 1/160 dan 1/80 , jadi aku masih diijinkan pulang dan tidak harus dirawat, denga catatan aku benar-benar harus istirahat dan minum yang lebih banyak dari yang seharusnya, serta makan yang teratur dan tentunya makanan lembut yang mudah untuk di cerna.
Terima kasih ya Rahim... ternyata Allah memberikan sakit yang " tidak terasa" untuk ibu hamil sepertiku. biasanya jika seseorang menderita penyakit tifus, orang itu akan mengalami demam yang tinggi dan badan luar biasa pegal dan sakit. Tapi Allah memberikan ArrahimNya padaku dengan meringankan penyakit yang seharusnya lumayan berat ini.