Selasa, 21 Februari 2012

Ayo Ngeblog!


Menurutku banyak hal yang sangat positif bisa aku ambil dari ngeblog. Salah satunya aku bisa berbagi karya kepada dunia, khususnya Indonesia. Aku seorang penulis dan ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. Aku mulai aktif ngeblog sejak tahun 2006. Sayangnya waktu itu aku hanya menggunakan blog sebagai tempat curhat. Tapi setidaknya dari ngeblog, aku bertemu sebuah blog penulis lepas. Lalu berlanjut bertemu dengan blog penulis terkenal seperti Benny Rhamdani dan penulis lain. Aku sangat suka karya beliau. Apalagi aku juga tertarik dalam penulisan cerita anak. Setelah aku menemukan harta karun itu, aku "menyelidiki" di mana aku bisa berguru dengan beliau. Aku ingin mengembangkan tulisanku agar lebih bermutu dan syukur-syukur bisa diterbitkan. Tapi penyelidikanku tidak  menemui hasil yang memuaskan.Tapi tak mengapa, aku masih bisa menulis cerita anak walau belum diterima di media. Aku posting beberapa cerpenku itu di blog. Sambil mencari guru itu, aku berkenalan dengan Facebook. Di sini aku bertemu dengan penulis idolaku itu. Senang bisa berkenalan dan menjadi temannya. Aku juga bertemu dengan komunitas Penulis Tulisan Anak. Sejak saat itu aku semakin bersemangat menulis. Aku mengikuti pelatihan menulis yang diadakan Mas Benny Rhamdani dengan Kelas Ajaibnya. Aku juga mulai mengikuti lomba-lomba yang bertema menulis di blog. Walau belum pernah menang, tapi aku sudah mendapatkan banyak teman maya. Apalagi beberapa bulan yang lalu ada seorang teman yang membaca curhatanku di blog. Dia meminta masukanku mengenai 'mimpi aneh'nya. Alhamdulillah kami sekarang berteman walau belum pernah bertemu. Aku juga dekat dengan salah satu teman mayaku yang lain karena ngeblog ini. Beliau membaca blogku dan meng-add FB-ku, kami saling share tentang dunia menulis di inbox FB. Banyak sekali manfaat yang aku dapatkan dari ngeblog.
Oh ya, aku hampir lupa, aku juga menularkan kebiasaanku ini pada putriku, Syifa Ananda. Dia bahkan sudah punya beberapa blog, ada MULTIPLY, BLOGSPOT, PLURK, TUMLR , dan entah apa lagi. Aku senang dia bisa mengutak-atik blognya tanpa perlu aku ajari. Bahkan dia yang mengajariku agar tema blogku tampil menawan. Sayangnya, tidak cukup waktu bagiku untuk membuat tema blogku semenawan blognya.
Saat ini aku mengelola 2 blog. Satu untuk dunia kepenulisan, satu lagi khusus untuk diari.
Ini alamat blogku yang satu lagi http://nelfisyafrina.blogspot.com/2012/02/ayo-ngeblog.html

*Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan”

Minggu, 19 Februari 2012

Memilih Pelatihan Menulis

Menurut saya sebagai seorang yang ingin mendalami ilmu menulis, alangkah baiknya kita mengikuti pelatihan menulis. Pelatihan menulis itu akan memperkuat tulisan kita. Kita bisa memilih pelatihan secara online atau offline, atau kedua-duanya. Saya sendiri mengikuti pelatihan sejak tahun 2005. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Pertama saya mengikuti pelatihan itu di Majalah Ummi. Pelatiha Menulis Cerita Anak yang dimentori oleh Mas Ali Muakhir, Mas Eka Wardhana, Mbak Zyrlifera Jamil ( Pemred Ummi waktu itu). Setelah itu saya terus latihan menulis cerita anak, hingga tulisan saya diterbitkan di Majalah Ummi dan Koran Singgalang ( Sumbar). Karena sangat senang, saya meneruskan menulis dari yang tadinya berupa cerpen, lalu beralih ke novel anak. Alhamdulillah dua novel anak saya diterbitkan oleh Zikrul HAkim tahun 2006 dan 2007. Tak terkira senangnya saya karena terbitnya novel anak itu. Dengan demikian saya beranggapan saya sudah sah menjadi penulis.
Tapi perjalanan tidak selalu mulus. Ketika saya mencoba mengirim tulisan saya ke Kompas Anak dan ke majalah anak lainnya, ternyata saya selalu menerima surat cinta atau surat yang menyatakan kalau naskah saya tidak layak muat. Apalagi setelah satu naskah novel anak dan 2 naskah nonfiksi ditolak penerbit. Kejadian ini benar-benar membuat saya down dan sempat membuat saya berhenti menulis beberapa bulan. Sayangnya saya belum mengenal internet,email atau Facebook dan jejaring sosial lainnya waktu itu. Hasilnya, keterpurukan saya berlarut-larut. Sayapun benar-benar berhenti menulis hingga 2 tahun.
Tahun 2010 saya mengenal Email dan  Facebook. Saya mencari beberapa penulis dan mengajukan diri menjadi teman mereka. Saya berhasil, mereka menerima pertemanan saya. Saya membaca catatan-catatan mereka. Selanjutnya saya minta diajak bergabung ke milis-milis penulis. Hasilnya sangat membangkitkan semangat saya. Saya kembali bangkit untuk menulis. Pertama saya menulis artikel untuk penulislepas.com. Alhamdulillah dimuat, selanjutnya saya mengikuti beberapa lomba menulis yang diadakan teman-teman FB saya. Meskipun tidak menang, saya mulai merasakan semangat itu lagi.
Terakhir, saya kembali mengikuti pelatihan menulis yang diistilahkan dengan workshop. Saya mengikuti beberapa workshop online. Meskipun tidak begitu maksimal, tapi saya bisa mengambil ilmu dari para mentor saya. Terakhir saya mengikuti workshop menulis offline di Kelas Ajaib bersama Mas Benny Rhamdani. Workshop offline ini dilanjutkan secara online seperti yang sudah saya ceritakan pada tulisan saya sebelum ini. Workshop Kelas Ajaib inilah yang benar-benar memberi warna pada tulisan saya. Sekali lagi saya rekomendasikan teman-teman untuk mengikuti workshop ini.
Saat ini Mas Benny Rhamdani mengajak beberapa penulis termasuk saya untuk bergabung di Kelas Writer For Triner. Kami semua diajarkan bagaimana memberikan pelatihan menulis bagi para penulis pemula. Saya dan teman-teman tentunya mengadopsi cara mengajar guru kami ini. Kami berharap penulis pemula yang mengikuti workshop kami, bisa menelurkan tulisan yang keren dan dimuat di Majalah, koran atau diterbitkan oleh penerbit.
Selamat Belajar bagi semua penulis. Ingatlah hanya diperlukan satu persen bakat untuk menulis itu, 99 persen lainnya adalah latihan dan kerja keras, demikian yang saya kutip dari guru saya yang pertama yaitu Mbak Zyrlifera Jamil. Hal ini selalu saya ingat, karena saya bukanlah dari keturunan seorang penulis. Tetaplah belajar dan kalau perlu mengikuti workshop untuk mengasah kemampuan menulis. *__^

Senin, 13 Februari 2012

Antologi Detik demi Detik (Coming Soon)

COMING SOON... DETIK DEMI DETIK, antologi kisah nyata tentang Rahasia Tuhan. Penerbit Pen Oren, Penulis: 11 Sahabat Pena Oren (Ayunin, Santi Nur, El Syifa, Haya Aliya Zaki, Wylvera W, Nelfi Syafrina, Ella Sofa, Ugik Madyo, Dian Nafi, Yulia Dwi, Lala Perdana)

"Wow, luar biasa! Saya tidak bisa menahan aliran emosi yang menguasai diri pada saat membaca. Kisah-kisah inspiratif yang menyadarkan keterbatasan kita sabagai manusia dan membangun kesadaran untuk senantiasa bersyukur. Buku ini sangat bermanfaat dan tidak akan bosan membacanya."
DEDI SETIADI (Sutradara Senior)

"Cerita-cerita dalam buku ini menunjukkan pada kita tentang salah satu episode kehidupan manusia sebagai pribadi. Hanya dengan menerima kenyataan dan kemauan untuk terus menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya, maka manusia dapat melalui episode “kelam” dalam kehidupanya."
DIAN IBUNG, PSi (Psikolog)

"Benar-benar menyentuh. Mengingatkan kita untuk selalu mempersiapkan diri dan melakukan hal-hal terbaik sepanjang hidup."
NAGIGA (Penulis lebih dari 200 buku)

Bisa dipesan dari sekarang melalui www.rumahoren.com
ukuran 14x21, isi kertas hvs putih 70 gr, 128 halaman.
HARGA Rp35.000


Antologi Flash Fiction Say No to Valentine

Selalu gregetan setiap tanggal 14 Februari. Semua orang ribut soal Valentine. Dari mulai acara TV, Radio, pernak-pernik pink, coklat, kartu ucapan, semua mengarah pada hari Valentine. Jika ditanya, "Tahu nggak sejarahnya?" Pada ngaku nggak tahu, cuma ikut-ikutan trend.

Nah, melalui buku ini kami coba membuka wawasan tentang apa itu Valentine's Day. Mengapa dirayakan banyak orang? Apakah itu tradisi Indonesia? Apakah ada larangannya dalam Islam? Buku ini juga mengajak pada perenungan melalui 80 kisah Flash Fiction (FF) bertema '"Tolak Valentine's Day".

Ada tiga bagian dalam buku ini. Pertama, memuat opini dan artikel tentang sejarah hari Valentine. Kedua, berisi komentar para facebooker tentang Valentine. Ketiga, menampilkan FF bertema "Tolak Valentine's Day".
Ada secuplik tulisanku alam buku ini. Jika sahabat ingin membacanya silakan pesan langsung ya. Terima kasih.  ^_^
Happy Reading..

Judul : Mengapa harus Valentine
80 Pemenang FF Tolak Valentine
Penulis : Naqiyyah Syam,dkk
Penerbit: Indie Publishing
Harga Rp 37500, bisa dipesan di Indie Publishing atau inbox saja Naqiyyah Syam Full.

Share Pengalaman Menjadi Murid Kelas Ajaib

Tanggal 29 Januari 2012 lalu, saya, Mas Ari Kunto, Mbak Dewi Ichen Cendika dan Uni Erna Fitrini mendapat kesempatan untuk berbagi pengalaman di Kelas Ajaib 2012. Senang, deg-degan, kangen kelas dan berbagai macam rasa menghinggapi kalbu saya. Senang dan berterima kasih tentu saja saya ucapkan keapda Mas Benny Rhamdani dan Kak Indah Juli, yang telah memberi kesempatan kepada saya dan teman-teman untuk duduk di depan dan berbagi pengalaman menjadi GKA ( Gerombolan Kelas Ajaib).
Deg-degan... lebih karena saya begitu bersemangat. Apalagi ini momen kedua saya 'duduk di depan' sebagai orang yang berbagi pengalaman seperti ini. Kangen kelas..., sangaaat. betapa saya masih ingat dulu saya duduk di pojok belakang, sekelompok dengan Mas Ari Kunto, Mbak ichen, uni Erna dan Mbak Nancy. Kami waktu itu malah tidak nyaris tidak begitu mengenal. Mas Ari baru ngeh saya itu Nelfi setelah beberapa hari kemudian di kelas online. Itu pun setelah saya jelaskan kalau saya yang nekat membawa bayi ke Kelas Ajaib. Dengan Mbak Ichen, ide kami di kelas sama, alhasil karena saya yang presentasi duluan, jadi Mbak Ichen mau gak mau mengalah, maaf ya Mbak Ichen :)
Dengan Uni Erna, kami nyaris tidak banyak bicara. Tapi  ketika sudah di kelas online, kami seperti sahabat yang sudah lama tak jumpa. Demikian juga dengan Mbak Nancy, kami semakin akrab satu dengan lainnya setelah berinteraksi di kelas online. Mungkin sahabat bertanya, bukankah apakah kami juga belajar di kelas yang sama secara online? Benar sekali. setelah kelas tatap uka, kelas ajaib dilanjutkan dengan kelas online sampai kami semua menghasilkan karya. Bukan pelajaran menulis Novel anak saja yang kami dapatkan, tapi juga pelajaran menulis cerpen anak yang keren. Mas Benny akan mempreteli setiap cerpen yang kami posting setiap hari Sabtu. Benar-benar luar biasa guru yang satu ini. Semoga beliau bisa terus menyebarkan virus menulis ini ke seluruh pelosok dunia.
Satu hal yang membuat saya tidak akan melupakan kelas tercinta ini adalah, cara pak guru membuat kami berpikir out of the box. Kami wajib berpikir ajaib dan menghasilkan karya yang juga ajaib. Sesuai dengan tema kelas kami yaitu Kelas Ajaib. Hasil keajaiban itu bisa teman-teman ikmati dalam buku kami yaitu seri Junior Chef.
Saat paling menyedihkan adalah ketika pak guru meluluskn kami. Karena kami sudah menelurkan satu buah karya, maka kami layak lulus. Sebagai tanda kelulusan kami harus keluar dari Kelas Ajaib. Saya sebenarnya tidak mau lulus dari kelas ini. Tapi, kami memang harus berdiri sendiri dan mandiri. Semua ini untuk kebaikan dan agar yang lain lebih fokus, demikian pak guru memberi alasan.
Karena ada beberapa orang lagi yang akan lulus menyusul 5 orang penulis seri Junior Chef. Semoga kelulusan ini tetap membuat kami bersemangat dan menelurkan karya-karya ajaib. Agar kami bisa membuat pak guru bangga dengan karya tersebut.
Terima kasih Pak Kepsek, dan teman-teman Kelas Ajaib 2011. Selamat datang teman-teman Kelas Ajaib 2012. Mari melangkah bersama menghasikan karya berbeda, untuk kemajuan anak bangsa. Merdeka! *mencoba berima* ^_^

Selasa, 13 Desember 2011

karyaku

Alhamdulillah segera terbit novel anak terbaru karya saya yang berjudul Kania's Dream. Novel ini di endorse oleh Pak Bondan. Selamat membaca ya..  berikut sinopsinya.
Kania seorang anak perempuan berumur 11 tahun. Ia suka memasak dan suka memanjat pohon. Pada suatu hari Kania melihat iklan lomba memasak di Tabloid Menu. Kania berniat mengikuti lomba itu, karena hadiahnya adalah berlibur ke Pulau Socotra. Pulau yang ditumbuhi pohon-pohon berbentuk aneh. Apalagi jurinya adalah Pak Bondan dan Chef Rex yang terkenal itu.

Kania memikirkan resep yang akan dimasaknya pada saat lomba nanti. Salah satu persyaratan lomba adalah harus resep ciptaan sendiri dan harus resep tradisional, mudah dan murah. Bersama Daren sepupu sekaligus sahabatnya, Kania mengumpulkan berbagai resep masakan tradisional dari internet. Namun ia belum menemukan kombinasi yang sesuai untuk menciptakan masakan baru.

Karena suka memanjat pohon, Kania pun mencari inspirasi di atas pohon jambu milik Pak Rahman. Pak Rahman sebenarnya tidak mengijinkan Kania memanjat pohon itu, tapi Kania berhasil memberi alasan yang tepat, sehingga Pak Rahman bersedia memberi ijin.

Ketika Kania sedang mencari ide memasak di atas pohon, Pak Rahman menawarkan Kania untuk memasak bekicot yang baru diambilnya di sawah. Kania menyanggupinya. Kania berterima kasih kepada Pak Rahman karena telah memberi ide kepadanya. Kania berniat akan membuat masakan berbahan dasar bekicot. Pangek bekicot itulah satu resep yang terlintas dalam pikirannya.

Kania bertemu dengan Helga dan mengajak Helga untuk ikut dalam lomba masak itu. Helga adalah teman Kania, namun Helga selalu iri melihat apa yang dilakukan Kania dan berusaha mengalahkan Kania. Ia meresa lebih hebat dari Kania. Helga sering meledek dan membentak Kania. Kania selalu bisa memaafkan Helga.

Kania bercerita pada ibun tentang keinginannya untuk ikut lomba dan memasak pangek. Saran ibu, jika Kania ingin membuat pangek, maka sebaiknya Kania menggunakan periuk belanga. Kaniapun mencari belanga di pasar hingga ke kampungnya.
Berhasilkah Kania mengikuti lomba? Lalu apa Kania mampu memenangkan lomba masak itu? Untuk mengetahui jawabannya ayo baca novel terbaru saya ini ya.

Berikut endorsemen dari Pak Bondan Winarno, pakar kuliner, penulis dan jurnalis untuk novel anak Kania's Dream ini.

Saya senang melihat inisiatif Nelfi Syafrina menulis novel yang diperuntukkan bagi anak-anak. Kebiasaan atau budaya membaca memang perlu ditumbuhkan sejak anak-anak memasuki awal masa tumbuh-kembangnya.
Seorang anak yang membaca pastilah akan mempunyai pengetahuan dan wawasan yang lebih luas daripada mereka yang tidak membaca.

Saya makin senang membaca novel anak ini karena Nelfi ternyata memasukkan satu sisi kehidupan yang jarang digarap sebagai thema tulisan berbentuk novel, yaitu: kuliner. Semoga pilihan Nelfi ini dapat ikut meluaskan wawasan anak-anak untuk mempunyai cita-cita yang tidak sekadar menjadi dokter atau insinyur.

Selamat atas terbitnya novel ini. Semoga Nelfi akan menulis lagi, lagi, dan lagi.
 Bondan Winarno :)

Senin, 07 November 2011

Mengajak Hauzan Berenang

Alhamdulillah Hauzan sudah 14 bulan. Kami sekeluarga mengajaknya 
berenang. Ketika pertama kali masuk kolam renang, Huazan menangis. pelan-pelan diajak bapaknya ke tengah kolam arus. lama-lama Hauzan terbiasa, malah menolak untuk keluar kolam. ^_^

Malamnya di rumah, Hauzan tidur sangat nyenyak. mungkin kecapaian sehabis berenang. siang ini juga begitu, aku bisa menulis lebih banyak dari biasanya, karena setelah makan tadi Hauzan tidur, dan baru terbangun. Semoga setelah berenang ini Hauzan segera bisa berjalan. aamiin.. ^_^