Jumat, 01 Januari 2010

hakikat berkurban


Sore ini aku mendapatkan satu pencerahan, yaitu tentang hakikat dari berqurban. sebagaimana yang kita ketahi ubahwa idul adha, yang juga sering di sebut dg idul kurban yang tepatnya terjadi setahun sekali pada tgl 10 zulhijjah. Diiringi tiga hari tasyrik setelah tgl sepuluh itu. Pada saat itu umat muslim melaksanakan ibadah kurban. Ibadah kurban ini sendiri merupakan rangkaian dari prosesi ibadah haji yang dilaksanakan sebagian muslim yang mampu di tanah suci mekah.

Menjelang idul adha ini, beberapa stasiun tv menayangkan berita seputar ibadah haji dan ibadah kurban. Salah satunya seperti yang sedang ku tonton di TVRI sore ini. Kebetulan pada hari ini bertepatan dg 9 zulhijjah, atau hari arafah dimana seluruh jamaah haji berkumpul d padang arafah. Pada hari arafah ini, seluruh umat muslim yang tidak sedang mengikuti ibadah haji, di sunatkan berpuasa. Rasulullah pernah bersabda, yang artinya, bagi yang berpuasa di hari arafah ini, maka akan diampuni dosanya setahun yang lalu dan setahun kemudian. Demikian yang ku dengar beberapa hari yang lalu dari seorang guruku.Hari ini aku menonton sebuah acara talkshow di tvri tentang ibadah haji dan kurban, pembicaranya antara lain bpk tarmizi taher, dan azumardi azra. Bpk tarmizi mengatakan bahwa bagi kita yang sedang tidak mengikuti ibadah haji, maka seyogyanyalah kita berpuasa untuk mendapatkan pahala yang seperti di sebutkan di atas tadi.

Di samping itu pak tarmizi juga menambahkan bahwa pada 10 zulhijjahnya kita di sunatkan untuk berkurban dengan satu ekor kambing atau sapi. Kurban ini di maksudkan untuk mengembirakan para mustahiq dengan dibagikannya kurban yang kita sembelih untuk mereka.

Hakikat berkurban itu adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang ada dalam diri kita, secara lahiriah kita melihat hewan kurban berupa kambing atau sapi yang kita sembelih. insyaallah kita ikhlas menyembelih hewan tersebut untuk kita bagikan dagingnya kepada para mustahiq. Nah hal inilah yang harus kita tanamkan di dalam diri dan pikiran kita, ketika kita sudah berkurban, maka kita juga harus menyembelih sifat-sifat kebinatangan dalam diri kita, seiring dengan di sembelihnya hewan kurban tadi. Demikian yang di ucapkan pak tarmizi saat itu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terimakasih sudah berkunjung ya sahabat... ^_^