Kamis, 10 Juni 2010

memutus tali silahturrahmi


Memutus tali silaturrahmi hukumnya adalah dosa besar, aku sangat hafal dengan kalimat itu. Tapi jika saat ini jika anda sedang di hadapkan pada suatu situasi, dimana ada seseorang yang anda kenal, meskipun tidak begitu dekat, memutus tali silahturrahminya dengan anda. Sebagai orang yang di putus tali silahturrahminya apa yang harus anda lakukan. Hal inilah yang sedang saya alami, seseorang yang cukup saya kenal telah memutuskan tali silahturrahminya dengan saya. Alasannya adalah suatu ketika dia datang kepada saya dan mengatakan bahwa dia telah di gosipkan sedang dekat dengan suami saya, ketika mendengar itu saya hanya tertawa dan memaklumi gosip itu, karena saya tau persis bagaimana suami saya. Dan saya juga memaafkan orang yang menyebarkan fitnah itu.Ternyata apa yang saya anggap sudah saya selesai, malah membuat orang itu memutuskan tali silahturrahminya dengan saya. Karena sejak saat itu jika kita bertemu dia selalu menghindar dan ketika bertemu sayapun tidak mau membalas senyum saya.Saya sudah mencoba untuk tetap berlaku seperti biasanya. Namun sang pemutus tidak peduli dengan sikap saya yang seperti biasanya itu. Dia tetap dengan kekerasan hatinya mengupayakan segala cara agar saya berhenti berkomunikasi dengannya. Padahal jarak kami dekat, hanya beberapa langkah, hal itu tidak mengurangi niatnya untuk memutus tali silahturrahmi tersebut. Saya setiap detik setiap waktu tetap berusaha mempertahankan silahturrahmi itu, namun sepertinya memang tidak ada jalan bagi saya untuk menjalin kembali silaturrahmi itu, karena setiap saya berusaha setiap kali itu juga sang pemutus itu menghindari usaha saya. Sebagai manusia yang lemah dan tak berdaya akhirnya saya menyerah dengan keadaan pemutusan tali silaturrahmi tersebut, yang sampai sekarang tidak saya ketahui alasannya.Pertanyaan saya, apa ganjaran untuk saya yang pasrah dengan pemutusan ini, saya hanya ingin sang khalik menenangkan jiwa saya yang memang tak berdaya ini. Bagi sebagian kerabat dan sahabat menyarankan agar saya tidak usah memikirkan hal itu dan anggap saja angin lalu, seolah kita tidak punya masalah, toh hilang satu tumbuh seribu. Demikian saran mereka. Namun saya masih terngiang-ngiang dalam pikiran saya tentang sebuah kalimat yang di samapaikan oleh bpk mario teguh dalam sebuah acaranya di salah satu stasiun TV.yang bunyinya kurang lebih begini 'dengarkan apa yang di sampaikan oleh hati kecil anda. Jika suatu hal bertentangan dengan hati kecil anda, hal itulah yang benar'saya tidak bisa melupakan kalimat itu, dan kalimat pertama saya diatas tadi. Yaitu orang yang memutus tali silahturrahmi akan menerima ganjarannya yaitu dosa. hati kecil saya berkata bahwa jika saya pasrah, berarti saya sudah ikut mengiyakan pemutusan tali silaturrahmi. Lalu apa yang harus saya lakukan, sementara sang pemutus itu benar-benar tidak peduli dengan saya.....ya Allah help me please....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung ya sahabat... ^_^